Liga RMOL
Liga RMOL Mobile
Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Tertunda Karena Dirawat di RS Adhyaksa, KPK Harap Bisa Periksa Surya Darmadi Pekan Depan

LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL
  • Jumat, 19 Agustus 2022, 21:46 WIB
Tertunda Karena Dirawat di RS Adhyaksa, KPK Harap Bisa Periksa Surya Darmadi Pekan Depan
Surya Darmadi (SD) alias Apeng/Net
Tertunda akibat dirawat intensif di ICU Rumah Sakit Umum (RSU) Adhyaksa, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap bisa segera memeriksa Surya Darmadi (SD) alias Apeng selaku pemilik PT Duta Palma Group sebagai tersangka kasus dugaan suap.

Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Karyoto mengatakan, sesuai dengan jadwal, KPK seharusnya memeriksa Apeng pada hari ini, Jumat (19/8) di Kejaksaan Agung (Kejagung).

"Karena mungkin ada alasan teknis kendala kesehatan tersangka yang ada di Kejaksaan Agung, ya percuma saja kalau kita paksakan, yang pertama pasti pengacara keberatan, yang kedua berita acara dalam keadaan dipaksa pasti akan menjadi tidak sah," ujar Karyoto kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (19/8).

Sehingga, kata dia, diharapkan beberapa hari ke depan, Apeng sudah bisa dilakukan pemeriksaan oleh tim penyidik KPK.

"Mudah-mudahan minggu depan sudah siap untuk dilakukan pemeriksaan," pungkas Karyoto.

Terpisah, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Ketut Sumedana mengatakan, setelah tersangka Apeng menjalani pemeriksaan selama kurang lebih tiga jam oleh tim Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Apeng mengeluh sakit di bagian dadanya pada Kamis (18/8).

Oleh karena itu, Apeng dilakukan pemeriksaan oleh dokter pada Klinik Pratama Pusat Kesehatan Kejagung dengan hasil bahwa Apeng harus menjalani pemeriksaan lanjutan dan langsung dibawa menuju RSU Adhyaksa sekitar pukul 13.00 WIB.

"Untuk alasan kemanusiaan, tersangka SD sementara waktu harus menjalani perawatan intensif di ruangan ICU RSU Adhyaksa," kata Ketut kepada wartawan, Jumat (19/8).

Apeng sendiri menjadi tersangka di Kejagung maupun di KPK. Untuk di Kejagung, Apeng menjadi tersangka kasus dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara senilai Rp 78 triliun terkait penyerobotan lahan milik negara untuk perkebunan kelapa sawit dengan luas 37.095 hektare di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.

Sementara di KPK, Apeng menjadi tersangka kasus dugaan suap dalam alih fungsi lahan hutan di Riau sejak 2014. Apeng disebut memberi suap Rp 3 miliar kepada Gubernur Riau saat itu, Annas Maamun.

ARTIKEL LAINNYA