Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Kuasa Hukum: Belum ada Surat Resmi dari KPK soal Penetapan Tersangka Mardani H. Maming

LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL
  • Senin, 20 Juni 2022, 19:54 WIB
Kuasa Hukum: Belum ada Surat Resmi dari KPK soal Penetapan Tersangka Mardani H. Maming
Kuasa Hukum Mardani H. Maming, Ahmad Irawan/RMOL
Kuasa hukum Bendahara Umum (Bendum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Mardani H. Maming mengaku belum menerima surat pemberitahuan resmi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas penetapan tersangka dan pencegahan ke luar negeri.

Hal itu disampaikan oleh Kuasa Hukum Maming, Ahmad Irawan saat dikonfirmasi Kantor Berita Politik RMOL terkait pencegahan Maming untuk ke luar negeri hingga enam bulan ke depan serta terkait status tersangka Maming di KPK dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi pengurusan Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kabupaten Tanah Bumbu.

"Selaku kuasa hukum Bapak Mardani Haji Maming kami sampaikan klarifikasi bahwa hingga saat ini kami belum pernah menerima surat penetapan sebagai tersangka oleh KPK atas nama Bapak Mardani Haji Maming, surat keputusan, permintaan, dan/atau salinan perintah pencegahan dari KPK kepada pihak imigrasi," ujar Irawan, Senin (20/6).

Oleh karena itu, kata dia, tim kuasa hukum akan menunggu secara resmi salinan keputusan pencegahan tersebut dari KPK.

"Untuk itu kami tentu mempertanyakan kenapa hal tersebut lebih dahulu di ketahui khalayak atau publik di banding Bapak Mardani selaku yang berkepentingan dengan keputusan tersebut," pungkas Irawan.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri membenarkan bahwa KPK telah berkirim surat kepada pihak Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) terkait pencegahan ke luar negeri untuk Maming dan adiknya, Rois Sunandar Maming.

"Benar, KPK telah mengajukan permohonan cegah ke pihak Imigrasi terhadap dua orang terkait dugaan korupsi yang sedang kami lakukan proses penyidikan," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri kepada wartawan, Senin sore (20/6).

Hingga saat ini kata Ali, KPK masih terus mengumpulkan dan melengkapi alat bukti dalam kegiatan penyidikan dimaksud.

"Setiap perkembangan akan selalu kami sampaikan," pungkas Ali.
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA