Asean Korea Coopertion Onwards
ASEAN-KOREA Cooperation Upgrade
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Terkait Proyek Pembangunan Gereja Kingmi Mile 32, KPK Telusuri Pembahasan Anggaran di Banggar DPRD Mimika

LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL
  • Jumat, 17 September 2021, 20:26 WIB
Terkait Proyek Pembangunan Gereja Kingmi Mile 32, KPK Telusuri Pembahasan Anggaran di Banggar DPRD Mimika
Plt Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri/RMOL
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri proses pembahasan anggaran di Banggar DPRD Mimika Provinsi Papua terkait dengan proyek pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 tahap 1 TA 2015 di Kabupaten Mimika.

Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri mengatakan, penelusuran proses pembahasan anggaran terkait proyek pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 Mimika didalami penyidik saat memeriksa mantan anggota DPRD Mimika periode 2014-2019.

Saksi-saksi yang telah diperiksa yaitu, Karel Gwinangge dan Sony Henok yang diperiksa di Mapolres Mimika pada Jumat (17/9).

"Para saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan proses pembahasan anggaran di Banggar DPRD Mimika terkait dengan proyek pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 Tahap 1 Tahun Anggaran 2015 di Kabupaten Mimika," ujar Ali kepada wartawan, Jumat sore (17/9).

Sedangkan salah satu saksi lainnya yakni Eltinus Mom selaku anggota DPRD Mimika periode 2014-2019 tidak hadir tanpa konfirmasi alasan ketidakhadirannya.

"Karenanya KPK menghimbau untuk kembali hadir pada jadwal pemeriksaan selanjutnya," tegas Ali.

Sebelumnya pada Kamis (16/9) di tempat yang sama, penyidik juga telah memeriksa anggota DPRD Mimika periode 2014-2019 lainnya. Yaitu, Saleh Alhamid; M. Nurman Karupokaro; dan Paulus Yanengga.

"Para saksi hadir dan tim penyidik juga terus melakukan pendalaman terkait dengan proses pembahasan anggaran di Banggar DPRD Mimika terkait dengan proyek pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 Tahap 1 Tahun Anggaran 2015 di Kabupaten Mimika," pungkas Ali.

Dalam perkara ini, KPK belum resmi mengumumkan tersangka dan detail perkaranya setelah diumumkan sedang melakukan penyidikan pada 11 November 2020 lalu.

"Kami saat ini belum dapat menyampaikan detail pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka sebagaimana telah kami sampaikan bahwa kebijakan pimpinan KPK terkait ini adalah pengumuman tersangka akan dilakukan saat upaya paksa penangkapan atau penahanan telah dilakukan," kata Ali pada saat itu.

ARTIKEL LAINNYA