Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Beri Atensi ke Dugaan Korupsi Pembangunan SMKN 7 Tangsel, KPK Panggil Lagi Pegawai Pemprov Banten

LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL
  • Selasa, 14 September 2021, 15:27 WIB
Beri Atensi ke Dugaan Korupsi Pembangunan SMKN 7 Tangsel, KPK Panggil Lagi Pegawai Pemprov Banten
Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri/RMOL
Kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan SMKN 7 Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi atensi penuh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penyidik terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri mengatakan, hari ini penyidik memanggil dua pegawai Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten sebagai saksi dalam perkara yang belum diumumkan tersangkanya ini.

"Pemeriksaan bertempat di Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Serang," ujar Ali kepada wartawan, Selasa siang (14/9).

Kedua saksi yang dimaksud yaitu, Ganda Dodi Darmawan selaku Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten periode 2017-2019, dan Meti Tunjung Sari selaku Pelaksana Bendahara Pengeluaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten tahun 2017-sekarang.

Pada Senin (13/9), penyidik kata Ali, telah memeriksa dua pegawai Pemprov Banten lainnya. Yaitu, Endang Saprudin selaku PNS di Pemprov Banten yang menjabat sebagai panitia penerima hasil pekerjaan TA 2017, dan Endang Suherman selaku honorer pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten atau Staf PPID.

"Para saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan proses dilakukannya pengadaan tanah untuk Pembangunan SMKN 7 Tangerang Selatan," pungkas Ali.

Sementara pada Kamis (2/9), KPK resmi mengumumkan tengah melakukan penyidikan baru terkait perkara di Banten ini. Akan tetapi, KPK belum dapat menginformasikan secara menyeluruh konstruksi perkara dan siapa saja pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Karena berdasarkan kebijakan pimpinan KPK saat ini, penyampaian informasi dan pengumuman secara lengkap akan dilakukan pada saat upaya paksa penangkapan dan atau penahanan yang dilakukan terhadap para pihak yang telah menjadi tersangka.

KPK pun berjanji, nantinya akan selalu menyampaikan kepada publik setiap perkembangan penanganan perkara ini dan kami berharap publik untuk juga turut mengawasinya.

Dalam perkara ini, penyidik pun telah melakukan upaya paksa penggeledahan di beberapa tempat di Jakarta, Tangsel, Serang Banten dan Bogor yang merupakan rumah kediaman dan kantor dari para pihak yang terkait dengan perkara pada Selasa (31/8).

Selama proses penggeledahan tersebut, ditemukan dan diamankan berbagai barang yang nantinya akan dijadikan sebagai barang bukti diantaranya dokumen, barang elektronik dan dua unit mobil.
EDITOR: AHMAD SATRYO

ARTIKEL LAINNYA