Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Chevron dan SKK Migas Tak Acuhkan Panggilan Pengadilan, Supriadi: Ini Penyelundupan Hukum Tak Bermoral!

LAPORAN: AGUS DWI
  • Rabu, 28 Juli 2021, 17:15 WIB
Chevron dan SKK Migas Tak Acuhkan Panggilan Pengadilan, Supriadi: Ini Penyelundupan Hukum Tak Bermoral!
Anggota Tim Hukum LPPHI, Supriadi Bone/Net
Ketidakhadiran perwakilan PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) dan SKK Migas dalam Sidang Pertama Gugatan Lingkungan Hidup LPPHI dinilai anggota Tim Hukum LPPHI, Supriadi Bone, sebagai sebuah perbuatan penyelundupan hukum tak bermoral.

"Ini adalah bentuk Smugling of Law, Penyelundupan Hukum," tegas Supriadi, Rabu (28/7).

Sidang Pertama Gugatan Lingkungan LPPHI itu berlangsung Selasa kemarin (27/7). PT CPI sebagai Tergugat I dan SKK Migas merupakan Tergugat II dalam perkara itu. Kedua pihak tak hadir dan tanpa memberi kabar kepada jajaran PN Pekanbaru.  

Sedangkan, Menteri LHK sebagai Tergugat III mengutus tim hukum mereka untuk menghadiri sidang pertama itu. Begitu juga DLHK Riau.

"Kami telah mendaftarkan gugatan ini sejak 7 Juli 2021. Yang Mulia Majelis Hakim di sidang kemarin juga sudah menyatakan seluruh pihak tergugat sudah dipanggil oleh pengadilan secara patut dan layak. Tapi Tergugat I dan Tergugat II tidak hadir dan tidak pula memberi kabar apapun kepada pihak PN Pekanbaru," beber Supriadi.

Gugatan tersebut, lanjut Supriadi, merupakan upaya LPPHI sebagai kliennya, untuk meminta negara melalui pengadilan memberikan keadilan bagi masyarakat Riau yang sudah menjadi korban pencemaran limbah minyak akibat operasional PT CPI di Wilayah Kerja Migas Blok Rokan.

Dituturkan Supriadi, masyarakat sudah mengetahui bahwa pada 8 Agustus 2021 mendatang, PT CPI tidak lagi menjadi pengelola Blok Rokan. Jadi masyarakat cukup paham ketidakhadiran mereka di sidang pertama yang kemarin itu adalah kesengajaan mengulur waktu melewati tanggal 8 Agustus 2021.

"Malah ada teman yang mengatakan alasannya PT CPI butuh waktu persiapan untuk penunjukan kuasa. Itu hanya alasan yang tak masuk akal, kayak orang yang bersembunyi di balik sehelai benang," ungkap Supriadi.

Sehingga, menurut Supriadi, ini adalah penyeludupan hukum yang nyata untuk menghindari persidangan sebelum tanggal 8 Agustus 2021.

"Majelis Hakim dengan segala kewibawaannya tentunya akan dapat menilai sikap CPI yang melecehkan panggilan sidang itu. Pihak tergugat III dan Tergugat IV saja tetap hadir meskipun belum dilengkapi kuasa dan menjelaskan alasannya, satu dan lain demi menghormati panggilan pengadilan," pungkas Supriadi.
EDITOR: AGUS DWI

ARTIKEL LAINNYA