Farah.ID
Farah.ID

Menyesal Dimanfaatkan Anak Buahnya, Juliari Batubara: Saya Harus Hadapi Perkara Hukum

LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL
  • Senin, 19 Juli 2021, 21:52 WIB
Menyesal Dimanfaatkan Anak Buahnya, Juliari Batubara: Saya Harus Hadapi Perkara Hukum
Bekas Mensos Juliari Batubara terjerat rasuah Bansos/Net
Mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara mengaku menyesal karena telah dimanfaatkan oleh anak buahnya dalam program pengadaan bantuan sosial (Bansos) sembako Covid-19 hingga terjerat hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Penyesalan itu disampaikan Juliari saat ditanyai oleh tim penasihat hukumnya di sidang pemeriksaan sebagai terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (19/7).

Dalam sidang ini, Juliari mengikuti persidangan menggunakan video telekonferensi.

Juliari menjelaskan pada saat menjadi Menteri Sosial saat itu, ia mengaku tidak terlalu mengkonfirmasi sampai detail terkait program pengadaan Bansos sembako Covid-19.

Dijelaskan Politisi PDI Perjuangan itu, secara teknis dilaksanakan oleh Adi Wahyono selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Matheus Joko Santoso selaku pejabat pembuat komitmen (PPK).

Juliari mengaku tidak mengkonfirmasi secara detail karena telah percaya kepada bawahannya yang telah memiliki pengalaman karena sudah menjadi PNS di Kementerian Sosial (Kemensos) selama puluhan tahun.

"Saya juga tidak punya pengalaman sama sekali. Jadi tidak mungkin saya ibaratnya mau terjun terlalu jauh ke dalam urusan teknis, tentunya bisa saja menjadi boomerang untuk saya pak," ujar Juliari.

Karena, Juliari menghindari agar bawahannya itu tidak tersinggung dengan dirinya jika terlalu terjun langsung terkait hal-hal yang teknis.

"Karena pada saat Covid baru-baru mulai, saya ingat sekali pesan-pesan dari Presiden agar kementerian-kementerian yang memang diharapkan kinerjanya cepat penanggulangannya, ya harus cepat," kata Juliari.

Juliari pun juga mengaku mempercayakan tim di bawahnya akan bekerja dengan baik sesuai dengan ketentuan yang ada.

Apalagi, Juliari mengaku sering mengingatkan anak buahnya untuk bekerja sesuai dengan ketentuan.

Saat ditanya soal penyesalan karena telah dimanfaatkan oleh anak buahnya, salah satunya oleh Matheus Joko Santoso yang mendapatkan keuntungan dari pengadaan ini, Juliari mengaku menyesal. Akan tetapi, Juliari mengaku harus menghadapi proses perkara yang menjeratnya ini.

"Saya sebagai pimpinan tertinggi di Kementerian Sosial, walaupun tentunya berat sekali pak, saya harus menjalani ini dengan segala macam perasaan yang berat. Tentunya kalau menyesal pasti ada. Tapi ya sudah, menjadi masalah hukum perkara hukum ya saya harus hadapi pak," terang Juliari.

ARTIKEL LAINNYA