Farah.ID
Farah.ID

Sidang Duplik, HRS Apresiasi Kapolri Karena Difasilitasi Selesaikan S3 Dari Rutan

LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL
  • Kamis, 17 Juni 2021, 12:27 WIB
Sidang Duplik, HRS Apresiasi Kapolri Karena Difasilitasi Selesaikan S3 Dari Rutan
Terdakwa M. Rizieq Shihab membacakan duplik atau tanggapan replik jaksa terkait kasus swab RS Ummi Bogor, di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Kamis (17/6). Sidang terbuka dan bisa disaksikan secara virtual/RMOL
Terdakwa M. Rizieq Shihab alias Habib Rizieq atau HRS mengucapkan terima kasih ke Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Sebab, menurut HRS, Jenderal Sigit memperlakukannya dengan baik selama dalam penahanan di Mabes Polri.

Hal itu disampaikan HRS saat membacakan duplik atau tanggapan replik jaksa terkait kasus swab RS Ummi Bogor, di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Kamis (17/6).

"Tidak lupa, saya dan kawan-kawan menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Kapolri dan seluruh jajarannya, khususnya segenap pimpinan dan petugas di rutan Mabes Polri, yang selama ini telah memperlakukan kami di Rutan Mabes Polri dengan sangat baik, sehingga kami mendapatkan hak-hak kami sebagaimana mestinya, termasuk penjagaan dan pengantaran ke setiap persidangan," ucap HRS.

"Bahkan saya telah diberi kesempatan menyelesaikan program S3 saya, sehingga dapat mengikuti ujian disertasi PhD saya dengan lancar di Rutan Mabes Polri," imbuhnya melanjutkan.

Tidak hanya itu, HRS juga mengucapkan terima kasih ke jaksa. Dia menegaskan jaksa penuntut umum bukan musuhnya meskipun kerap saling serang di dalam persidangan.

"Akhirnya, terima kasih dan penghargaan kami sampaikan juga kepada jaksa penuntut umum yang telah berkali-kali mencambuk kami untuk fokus dan serius melakukan perlawanan hukum di persidangan ini demi mendapatkan keadilan," katanya.

HRS mengatakan perkataannya yang diartikan merendahkan jaksa tidak diambil hati. Dia menegaskan jaksa bukan musuhnya.

"Jaksa memang lawan kami dalam perkara, tapi Jaksa bukan musuh kami. Saya dan penasihat hukum dalam ruang sidang ini sering terlibat dalam perdebatan sengit dengan jaksa, bahkan tidak jarang saling tuding dan saling bentak serta saling berteriak, apalagi dalam dakwaan dan eksepsi, serta tuntutan dan pleidoi, hingga dalam replik dan duplik, kami saling serang dan saling menjatuhkan, bahkan tidak jarang kami akan saling melontarkan kata-kata bodoh, dungu, pandir, tidak berakal, tidak sopan, dangkal, ngawur, jahat, zalim, dan sebagainya, terhadap pendapat lawan. Itu biasa dalam persidangan, sehingga jangan diambil hati apalagi dijadikan dendam," tuturnya.

Habib Rizieq Shihab atau HRS dituntut 6 tahun penjara atas kasus ini. Dia didakwa membuat keonaran berkaitan dengan penyebaran hoax tes swab di RS Ummi Bogor.

ARTIKEL LAINNYA