Asean Korea Coopertion Onwards
ASEAN-KOREA Cooperation Upgrade
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Nama Herman Hery Kembali Muncul Di Sidang Bansos, Pakar: Harus Segera Ditindaklanjuti

LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Rabu, 16 Juni 2021, 18:02 WIB
Nama Herman Hery Kembali Muncul Di Sidang Bansos, Pakar: Harus Segera Ditindaklanjuti
Ketua Komisi III DPR RI fraksi PDIP, Herman Hery/Net
Kembali munculnya nama Ketua Komisi III DPR RI fraksi PDIP, Herman Hery dalam sidang kasus korupsi dana bansos tidak bisa didiamkan.

"Ini fakta persidangan yang sangat menarik dan mengonfirmasi keterlibatan nama tersebut. Supaya tidak muncul spekulasi, fitnah, dan membuat terang-benderang perkara, perlu ada tindak lanjutnya," kata pakar hukum pidana dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Suparji Ahmad kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (16/6).

Nama Herman Hery kembali muncul di sidang kasus korupsi dana bansos untuk terdakwa eks Menteri Sosial Juliari Peter Batubara pada Senin lalu (14/6).

Herman Hery disebut menjadi pemilik Grup PT Dwimukti Graha Elektrindo yang menjadi salah satu pemasok barang-barang bansos Covid-19 berupa sembako.

Dalam persidangan, salah satu saksi, Ivo Wongkaren yang pernah menjabat sebagai dDirektur di perusahaan milik Herman Hery menyebut, PT Dwimukti terlibat pengadaan bansos di Kemensos setelah diajak pemilik PT Anomali Lumbung Artha bernama Teddy.

PT Anomali pun memesan barang-barang bansos tersebut kepada PT Dwimukti.

Masih dalam persidangan, Jaksa KPK membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) saksi Ivo, menunjukkan bahwa PT Dwimukti menyuplai sembako untuk PT Anomali mulai tahap 3, 5, 6, dan 7 dengan total 1.506.900 paket.

Selain PT Anomali, juga ada vendor lainnya yang membeli sembako ke perusahaan milik Herman Hery. Yakni, PT Junatama Foodia dan PT Famindo.

Saksi Ivo pun mengaku mendapatkan keuntungan sebanyak Rp 28 ribu sampai dengan Rp 30 ribu per paket. Termasuk, keluar masuknya uang tersebut juga dilaporkan kepada Herman.
EDITOR: DIKI TRIANTO

ARTIKEL LAINNYA