Farah.ID
Farah.ID

Hendak Kunker Ke AS, Iis Rosita Dewi Ngaku Dapat Titipan 10 Ribu Dolar AS Dari Anak Buah Edhy Prabowo

LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL
  • Selasa, 18 Mei 2021, 20:48 WIB
Hendak Kunker Ke AS, Iis Rosita Dewi Ngaku Dapat Titipan 10 Ribu Dolar AS Dari Anak Buah Edhy Prabowo
Iis Rosita Dewi bersama saksi lainnya di sidang korupsi izin ekspor benur dengan terdakwa Edhy Prabowo/RMOL
Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Iis Rosita Dewi mengaku menerima titipan uang senilai 10 ribu dollar AS dari Plt Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Hal itu diakui Iis saat menjadi saksi di perkara dugaan suap izin ekspor benih bening lobster (BBL) dengan terdakwa Edhy Prabowo selaku mantan Menteri Kelautan dan Perikanan dkk di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (18/5).

Iis yang juga merupakan istri dari terdakwa Edhy Prabowo mengaku menerima uang tunai 50 ribu dolar AS dari Edhy saat hendak berangkat kunjungan kerja ke Amerika Serikat (AS) pada 17 November 2020.

Uang tersebut diberikan kepada Iis untuk keperluan di AS.

"Di kali 14 ribu ya, berarti sekitar Rp 600-700 jutaan," ujar Iis.

Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun mendalami soal pemberian uang lainnya dari pihak lain selain dari Edhy.

"Itu saja Pak," kata Iis.

Mendengar jawaban Iis, Jaksa selanjutnya langsung menjelaskan soal adanya pemberian uang dari M. Zaini Hanafi selaku Plt Dirjen Perikanan Tangkap KKP.

Iis pun lantas mengaku adanya pemberian uang dari Zaini itu.

"Pada saat di Bandara, Ibu Putri Tjatur Stafsus, datang kepada saya ketika kami sedang ada di ruang hold di situ, Ibu Putri mengatakan bahwa, 'Pak Zaini memberikan, ada titipan dari Pak Zaini sekitar 10 ribu US Dollar'. Dan pada saat itu, saya mengatakan kepada Ibu Putri Tjatur ini bahwa karena saya juga tidak tau itu untuk apa, saya mengatakan kepada ibu Putri untuk memberikannya menitipkannya di Ajudan saya, Yeni," jelas Iis.

Pada saat itu, Putri Tjatur kata Iis, belum membawa uang titipan yang dimaksud.

"Hanya pembicaraan saja. Saya hanya berkata, 'itu apa?' Dan Ibu Putri Tjatur juga tidak tahu itu apa dan kemudian saya bilang 'ya titipkan saja kepada Yeni'," terang Iis.

Iis pun langsung menanyakan soal titipan tersebut kepada Yeni. Yeni pun ternyata sudah menerima titipan. Akan tetapi, Iis mengaku lupa apakah Yeni menyebutkan nominal uangnya atau tidak.

Iis juga mengaku sudah berusaha memberitahu kepada Edhy terkait pemberian uang dari Zaini.

"Iya Pak pastinya, karena Pak Zaini adalah Dirjen salah satu stafnya Pak Edhy pastinya saya memberitahukan kepada Pak Edhy karena keterkaitan titipan itu. Kemudian saya berusaha untuk bicara kepada Pak Edhy tentang itu. Dan pada saat itu memang Pak Edhy sedang diskusi, di ruangan hold itu banyak sekali orang pada saat itu, dan saya sempat menanyakan kepada Pak Edhy bahwa 'tadi Bu Putri bilang kepada saya bahwa ada sesuatu dari Pak Zaini, titipan dari Pak Zaini, itu apa?' Saya bertanya seperti itu," jelas Iis.

"Kemudian Pak Edhy sekilas saja dan itu juga tidak terlalu jelas sebetulnya Pak edhy mengatakan sesuatu 'oh' seperti itulah ungkapan. Saya agak lupa, 'oh' Bicara sesuatu, bicara sesuatu tapi pada saat itu saya tidak yakin apakah Pak Edhy juga paham maksud saya. Saya juga tidak terlalu yakin dengan apa yang saya dengar karena Pak Edhy langsung berdiskusi lagi karena juga dari Dirjen-Dirjen itu terus bertanya," sambung Iis.

Setelah tak dapat informasi yang jelas, Iis selanjutnya mengkonfirmasi langsung kepada Zaini terkait pemberian uang 10 ribu dolar AS tersebut.

"Saya belum sempat. Karena pada saat keberangkatan pun saya tidak bertemu langsung dengan Pak Zaini. Saya belum sempat menanyakan itu, dan ketika ada di sana pun, sempat saya menanyakan tapi situasinya juga tidak terlalu jelas dari Pak Zaini. Pak Zaini hanya 'oh itu iya'. Jadi saya tidak mendapatkan keterangan yang pasti. Saya sendiri juga lupa dengan titipan itu," tutur Iis.

Tak sampai disitu, Iis juga berusaha mencari informasi terkait titipan uang itu kepada asisten pribadi (Aspri) Edhy yang bernama Amiril Mukminin yang telah dipercaya mengurusi segala sesuatu tentang Edhy dan keluarganya, termasuk soal uang.

"Kemudian saya juga memberitahukan kepada Amiril pada saat itu bahwasanya Pak Zaini memberikan titipan itu kepada saya. Saya berharap, Amiril tahu. Karena pada dasarnya, segala sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan, Amir pasti tau. Saya hanya berpikir seperti itu aja. Tapi Amir tidak memberikan jawaban yang jelas pada saat itu," pungkas Iis.

ARTIKEL LAINNYA