Farah.ID
Farah.ID

Rekam Jejak Nurdin Abdullah, Pecinta Kemakmuran Masjid Jauh Sebelum Jadi Gubernur

LAPORAN: DIKI TRIANTO
  • Selasa, 04 Mei 2021, 22:37 WIB
Rekam Jejak Nurdin Abdullah, Pecinta Kemakmuran Masjid Jauh Sebelum Jadi Gubernur
Gubernur nonaktif Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah/Net
Rekam jejak mengungkap sosok sebenarnya Gubernur nonaktif Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah. Nurdin yang kini tengah tersandung kasus di KPK ternyata dikenal sebagai sosok pecinta kemakmuran masjid.

Menarik ke belakang, Nurdin bahkan menjadikan masjid sebagai sasaran tujuan pertamanya saat pertama kali dilantik menjadi Gubernur Sulsel.

Saat kunjungan kerjanya ke daerah Luwu Raya dan sekitarnya pada tanggal 30 Desember 2019, misalnya, agenda pertamanya adalah mengunjungi masjid.

Pada saat itu, Nurdin menyempatkan diri melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palopo, Senin (30/12/2019). Ia juga memberi bantuan hingga Rp 1 miliar untuk pembanguan Masjid Unismuh Palopo tersebut.

Di kesempatan tersebut, ia mengingatkan rektor Universitas Muhammadiyah Palopo agar tidak berpikir soal pembangunan masjid tersebut karena pemerintah tidak mungkin tinggal diam.

"Pak rektor tidak usah risau. Kami punya rencana mau bangun rumah di surga," jelas Nurdin kala itu.

Yang juga diingat publik adalah komitmen Nurdin Abdullah untuk melanjutkan pembangunan Masjid 99 Kubah di Kota Makassar yang sempat mangkrak saat dibangun Gubernur Sulsel periode sebelumnya.

"Sudah menjadi kewajiban pemerintah daerah (pemda) memberikan kenyamanan beribadah untuk warga umat Muslim. Berdosa saya jika tidak melanjutkan pembangunan masjid ini," kata Nurdin di Kota Makassar, Rabu (12/8/2020).

Menurut dia, kelanjutan pembangunan rumah ibadah itu hingga selesai menjadi kewajiban pemda. Dengan begitu umat Muslim di Kota Makassar memiliki masjid yang nyamanan untuk beribadah.

Terkait bangunan masjid saat ini, kata dia, sudah dilakukan uji coba. Namun ada sejumlah material yang akan diganti, karena pertimbangan ketahanan fisik bangunan tersebut.

"Ada pakai alkopan. Kalau pakai alkopan kan hanya bertahan dua sampai tiga tahun. Kita mau masjid ini melegenda, jadi harus pakai bahan yang tahan lama," ujarnya.

Dia mengatakan, untuk melanjutkan pembangunan Masjid 99 Kubah Makassar masih butuh anggaran Rp 72 miliar. Sementara total anggaran yang sudah digunakan sebanyak Rp 134 miliar.

Tak hanya itu, Nurdin Abdullah juga turun tangan untuk membantu pembangunan masjid UIN Alauddin Makassar. Pemprov Sulsel memberikan bantuan Rp 5 miliar untuk kepentingan pembangunan masjid ini.

Pemberian bantuan dari Pemprov Sulsel tersebut berdasarkan kebutuhan UIN Alauddin Makassar terkait wadah kegiatan keagamaan.

Catatan lain, Nurdin Abdullah juga membantu pembangunan Masjid HM Asyik di Jalan AP Pettarani, Makassar. Pada 9 November 2018, Nurdin Abdullah menyampaikan bahwa pihaknya membantu dana renovasi masjid tersebut sebanyak Rp 500 juta.

Merujuk rentetan rekam jejak tersebut, tak aneh bila uang Rp 1,4 miliar yang ditemukan KPK dalam penggeledahan di rumah pribadinya, di Komplek Perdos Unhas, Tamalanrea, Makassar adalah uang bantuan untuk pembangunan masjid.

Dalam kesempatan lain, Ketua Pengurus masjid Ikhtiar di Kompleks Perumahan Dosen Unhas Tamalanrea Jaya, Prof Dr Ir Syafruddin Syarif MT juga mengungkapkan kecintaan Nurdin Abdullah terhadap masjid.

"Perhatian beliau sangat besar kepada masjid. Salah satu buktinya adalah, beliau memberikan bantuan karpet untuk masjid Ikhtiar ini. Juga AC masjid ini adalah bantuan dari beliau," ujar Syafruddin.

Bahkan menurutnya, perhatian Nurdin Abdullah kepada pembangunan masjid sudah terlihat sejak masih menjabat sebagai Bupati Bantaeng dua periode sebelum akhirnya terpilih menjadi Gubernur Sulsel.

"Sumbangan yang diberikan beliau juga tak tanggung-tanggung. Beliau mendatangkan langsung karpet dari Turki untuk masjid ini. Kebetulan, di masjid ini beliau menjadi penasehat," ujar Syafruddin lagi.

Tak hanya dari uang pribadi, Nurdin Abdullah juga mengupayakan bantuan melalui jalur APBD Provinsi dan mengumpulkan dana dari para donatur demi membantu pembangunan masjid.

"Pak Nurdin Abdullah selalu mengatakan bangunlah masjid yang indah agar orang datang ke masjid tidak hanya sekali,  tapi datang berkali-kali. Dan betah di masjid," katanya.

Dari APBD Prov Sulsel, pada tahun 2019, bantuan untuk pembangunan masjid ini Rp 5 Miliar.

"Ini luar biasa. Biasanya bantuan untuk masjid dari pemprov, paling besar Rp 50 juta. Di masa Pak Nurdin mencapai 5 Miliar rupiah," ujar bendahara pembangunan masjid Ikhtiar, M Thahir Haning.

Para pengurus masjid ini dan juga sejumlah warga lain di lingkungan perumahan tersebut percaya bahwa temuan uang di rumah NA sebesar Rp 1,4 miliar itu memang merupakan dana bantuan masjid yang tengah dikumpulkan Nurdin Abdullah.

Menurut Ketua RW di lingkungan rumah pribadi Nurdin Abdullah, Abdul Latif, sosok Nurdin memang dermawan dan mudah bergaul dengan masyarakat.

"Sebelum menjadi pejabat sampai jadi pejabat sama saja, tidak ada perbedaan sikap. Setiap ketemu siapa saja beliau sangat ramah, dan ringan tangan membantu warga yang kurang mampu," ucapnya.

Menurutnya, banyak yang tidak terekspos atas kepedulian Nurdin Abdullah terhadap masjid dan masyarakat di manapun dia tinggal.

"Sejak menjadi gubernur anggaran dari Pemprov untuk masjid sangat besar. Ini bukan untuk pencitraan, tapi itulah kenyataannya," demikian Abdul Latif.
EDITOR: DIKI TRIANTO

ARTIKEL LAINNYA