Lewat Kesaksian Tim Teknis, Hakim Korek Keterlibatan Sritex Sebagai Penyedia Goodie Bag

PT Sri Rejeki Isman Tbk alias Sritex/Net

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang menangani perkara dugaan suap bantuan sosial (bansos) sembako Covid-19 di Kementerian Sosial (Kemensos) mendalami proses penunjukan PT Sri Rejeki Isman Tbk alias Sritex sebagai penyedia goodie bag.

Pendalaman dilakukan Hakim Ketua, Muhammad Damis kepada saksi Iskandar Zulkarnaen selaku tim teknis bansos di persidangan lanjutan untuk terdakwa Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso.

"Rekanan untuk penyedia goodie bag apakah saudara tahu?" tanya Hakim Ketua, Damis yang juga merupakan Ketua PN Jakarta Pusat kepada saksi Iskandar, Senin sore (3/5).

"Yang saya tau Sritex sama Kalifa," jawab Iskandar.

Hakim Ketua pun mendalami proses Sritex yang menjadi penyedia goodie bag atau tas kain untuk membungkus bahan pokok bansos sembako.

"Penunjukan langsung Yang Mulia," kata Iskandar.

Iskandar pun mengaku mengetahui bahwa Sritex menjadi penyedia goodie bag dengan cara penunjukan langsung setelah mendapatkan informasi dari M. O. Royani selaku Sekretaris Direktorat Jenderal (Ditjen) Perlindungan Jaminan Sosial (LinJamsos) Kemensos.

"Dia (Royani) mengatakan bahwa PT Sritex juga ditunjuk langsung?" tanya Hakim Ketua dan diamini oleh Iskandar.

Akan tetapi, saat ditanya total nilai kontrak pengadaan goodie bag, Iskandar mengaku tidak mengetahuinya.

"Saya nggak ingat Yang Mulia," pungkas Iskandar.

Nama Sritex sebelumnya juga sempat muncul di persidangan terdakwa pihak pemberi suap ke Juliari Peter Batubara saat menjabat sebagai Menteri Sosial. Yaitu, Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatha pada Senin (15/3).

Di mana, pengadaan goodie bag atau tas kain untuk bansos sembako disinggung oleh tim Penasihat Hukum (PH) terdakwa Harry kepada Adi dan Joko saat menjadi saksi dipersidangan ini.

"Terkait dengan Sritex, siapa yang melakukan rekomendasi atau referensi tersebut sehingga meloloskan Sritex dalam penyedia goodie bag bansos ini?" tanya PH Harry Sidabukke.

Kedua saksi tersebut menjawab kompak bahwa mereka mengaku tidak mengetahui atas referensi PT Sritex.
Saksi Joko menjelaskan bahwa pengadaan goodie bag oleh Sritex sudah ada sebelum dia masuk ditunjuk oleh Juliari untuk mengurusi bansos sembako.

Saksi Adi pun juga mengaku sama bahwa tidak mengetahui. Akan tetapi, saksi Adi mengaku mendapatkan informasi siapa pengusul atau referensi PT Sritex untuk menggarap pengadaan goodie bag.

"Setelah perjalanan itu hanya mendengar saja bahwa goodie bag yang Sritex itu, itu arahan Pak Menteri. Tapi dalam keputusan itu saya tidak ikut. Saya masuk itu barang sudah ada," jelas Adi.

Sementara berdasarkan investigasi Tempo, Sritex disebut merupakan perusahaan yang direkomendasikan oleh Anak Pak Lurah yang merujuk kepada putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka.

Akan tetapi, pihak Sritex maupun Gibran sudah membantah atas informasi tersebut.

Kolom Komentar


Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Tragedi Nanggala, Lalu Apa?

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Farah Zoomtalk Spesial Ramadhan • Bincang Buku Rahasia Kesehatan Rasulullah

Minggu, 09 Mei 2021
Video

RMOL WORLD VIEW • Mengenal Tradisi Ramadhan Di Uzbekistan

Senin, 10 Mei 2021

Artikel Lainnya

Hari Ini, JPU KPK Hadirkan 12 Saksi Di Sidang Edhy Prabowo Dkk
Hukum

Hari Ini, JPU KPK Hadirkan 1..

11 Mei 2021 11:11
Rio Capella Ungkit Kasus Bibit, Chandra, Dan Samad Yang Tanpa Kontrol Saat Pimpin KPK
Hukum

Rio Capella Ungkit Kasus Bib..

11 Mei 2021 10:29
Sidang Tes Swab, Habib Rizieq Hadirkan Ketum PA 212 Jadi Saksi Meringankan
Hukum

Sidang Tes Swab, Habib Rizie..

11 Mei 2021 08:56
Said Salahudin Serukan Pemohon Sengketa PSU Di MK Tuntut KPU, Jika Gugatan Pilkada Jilid II Dianggap Tidak Berkepastian Hukum
Hukum

Said Salahudin Serukan Pemoh..

11 Mei 2021 05:57
Kenapa PSU Pilkada 2020 Kembali Digugat? Begini Penjelasan Jubir MK
Hukum

Kenapa PSU Pilkada 2020 Kemb..

11 Mei 2021 02:29
Ahli Pidana Nilai Program Kapolri Listyo Bangun Format Polisi Masa Depan
Hukum

Ahli Pidana Nilai Program Ka..

10 Mei 2021 22:01
Tertangkap KPK-Bareskrim Polri, Bupati Nganjuk Berlakukan Tarif Jabatan Mulai Mulai Rp 10 Juta Sampai Rp 150 Juta
Hukum

Tertangkap KPK-Bareskrim Pol..

10 Mei 2021 18:55
Besok, Bupati Nganjuk Novi Rahman Dan 6 Tersangka Lainnya Akan Dipampang Di Bareskrim Polri
Hukum

Besok, Bupati Nganjuk Novi R..

10 Mei 2021 18:36