Asean Korea Coopertion Onwards
ASEAN-KOREA Cooperation Upgrade
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Bertempat Di Polres Cimahi, KPK Panggil Pejabat Pemda Terkait Kasus Korupsi Bupati Aa Umbara

LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL
  • Senin, 19 April 2021, 10:59 WIB
Bertempat Di Polres Cimahi, KPK Panggil Pejabat Pemda Terkait Kasus Korupsi Bupati Aa Umbara
Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna/Net
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dalam perkara dugaan korupsi bantuan sosial (Bansos) Covid-19 di Dinas Sosial (Dinsos) Pemkab Bandung Barat tahun 2020.

Saksi-saksi yang dipanggil hari ini, Senin (19/4), berasal dari para pejabat Pemda Bandung Barat dan pihak swasta.

"Pemeriksaan dilakukan di Kantor Polres Cimahi, Jalan Jenderal H. Amir Machmud No. 333, Cigugur Tengah, Kec. Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara KPK Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri, Senin (19/4).

Saksi-saksi tersebut adalah, Maman Sulaiman selaku asisten II pembangunan dan ekonomi Setda Pemda Bandung Barat; Rini Rahmawati selaku staf keuangan CV Bintang Pamungkas; Rian Firmansyah selaku swasta; Asep Lukman Hermawan selaku swasta.

Selanjutnya, Mitha Irniansyah selaku pengurus rumah tangga; H. Kokon Risman Wiguna selaku wiraswasta; Gina Tresnawati Utama selaku Wakil Direktur PT Jagat Dirgantara dan Keuangan CV Sentra Sayuran Garden City Lembang.

Kemudian, Rachmat Adang Syafaat selaku Kepala Dinas PUPR Bandung Barat; Dida Garnida selaku Wakil Direktur CV Jayakusuma Cipta Mandiri; Imam Santoso Mulyo selaku PNS; Nani Setia Ningsih selaku mengurus rumah tangga; Priyo Nugroho selaku bendahara pengeluaran pada Dinsos Bandung Barat.

Lalu, Asep Cahyadinata selaku Direktur Utama PT Jagat Dirgantara; Yusup Sumarna selaku Direktur CV Sentral Sayuran Garden City; Hardy Febrian Sobana selaku karyawan CV Jaya Kusuma Ciptamandiri dan CV Satria Jakatamilung; Diane Yuliandri selaku Kasubag Verifikasi Bagian Keuangan pada Sekretariat DPRD Bandung Barat.

Selanjutnya, Denny Indra Mulyawan S selaku wiraswasta; Donih Adhy Heryady selaku karyawan PT Jagat Dirgantara bagian administrasi umum; Heri Partomo selaku Kepala Dinsos Bandung Barat; Asep Saefudin selaku Direktur CV Satria Jakatamilung; Rerry Sri Rezeki selaku PNS pada Dinas PUPR Bandung Barat.

Erni Susianti selaku Kasubag program dan keuangan pada Dinas PUPR Bandung Barat; Anang Widianto selaku PNS pada Dinas PUPR Bandung Barat; Aan Sopian Gentina selaku PNS pada Dinas PUPR Bandung Barat; Candra Kusumawijaya selaku Kasi Pemeliharaan Bidang Binamarga Dinas PUPR Bandung Barat; Rita Nurcahyani selaku PNS pada Kasi SDM pada Dinas Kesehatan Bandung Barat; Tuty Heriyaty selaku PNS pada Kabid SDK Dinas Kesehatan Bandung Barat; dan Kamaluddin selaku ajudan Bupati.

"Saksi diperiksa untuk tersangka AUS (Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna)," pungkas Ali Fikri.

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna (AUS) dan anaknya, Andri Wibawa (AW), sebagai pihak swasta resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi bansos Covid-19 dan ditahan pada 9 April 2021.

Atas perbuatannya, Aa Umbara disangkakan melanggar Pasal 12 huruf i dan atau Pasal 15 dan Pasal 12B UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 Juncto Pasal 56 KUHP.

Sedangkan Andri disangkakan melanggar Pasal 12 huruf i dan atau Pasal 15 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 Juncto Pasal 56 KUHP.

ARTIKEL LAINNYA