Kejari Belum Tetapkan Tersangka Dugaan Penyalahgunaan Dana Hibah KONI Tangerang Selatan

Penyidik dari Kejari Tangsel saat menggeledah ruang Kantor KONI Tangsel/RMOLBanten

Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang Selatan melalui Kasi Intelejen, Kasi Pidsus dan tim penyidik lainnya, berhasil mengamankan satu kontainer serta satu dus berkas dari Kantor KONI Tangsel, Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kamis (8/4).

Barang yang disita berisi 130 eksemplar dokumen seperti SPJ, kwitansi, bukti bayar, dan satu unit komputer.

Penyitaan dokumen tersebut, terkait dengan adanya dugaan penyalagunaan dana hibah sebesar Rp 7,8 miliar hasil pengembangan pemeriksaan saksi.

Dari saksi tersebut terungkap adanya perjalanan atau kegiatan fiktif di luar daerah. Meski begitu, Kejari Tangsel masih belum melakukan penetapan tersangka terkait dugaan korupsi dana hibah dilingkup KONI Tangsel.

"Kita masih penyelidikan umum, nanti setelah bukti yang kita temukan baru kita tetapkan tersangka," kata Kasi Pidsus Kejari Tangsel, Ate Quesyini Ilyas dikutip Kantor Berita RMOLBanten, Kamis (8/4).

Menurutnya, dana hibah tahun 2019 yang didapat KONI Tangsel akan ditelusuri lebih jauh oleh Tim Pidsus Kejari Tangsel. Sehingga, nantinya akan muncul nama yang ditetapkan sebagai tersangka.

"Hibah ini kan ada pemberi dan penerima hibah. Nanti setelah penyelidikan khusus akan keliatan," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, penyalahgunaan dana hibah terkait adanya kegiatan yang fiktif berupa perjalanan dinas di Jawa Barat sebanyak dua kali dan Batam satu kali. Namun, terdapat di lembar pertanggungjawabkan kegiatan.

"Dugaan adanya kegiatan tidak dilaksanakan, namun dipertanggungjawabkan, kegiatan fiktif lah," ucap Kasi Intel Kejari Tangsel, Ryan Anugrah.

Untuk sementara, Kejari Tangsel mentaksir kerugian negara sebesar Rp 700 juta.

"Indikasi kerugian negara masih proses perhitungan di Inspektorat Tangsel. Hitungan kasar Rp 700 juta sekian itu belum semua, hanya sementara, nanti akan tim auditor yang menyampaikan," demikian Ryan.

Kolom Komentar


Video

Indonesia Bangkit Pembangunan Ekonomi

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Tragedi Nanggala, Lalu Apa?

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Farah Zoomtalk Spesial Ramadhan • Bincang Buku Rahasia Kesehatan Rasulullah

Minggu, 09 Mei 2021

Artikel Lainnya

TWK Pegawai KPK Memang ‘Lebih Berat’, Ini Penjelasan BKN
Hukum

TWK Pegawai KPK Memang ‘Le..

09 Mei 2021 10:16
Pendapat Giri Suprapdiono, Isu Taliban Framing Untuk Pojokkan KPK
Hukum

Pendapat Giri Suprapdiono, I..

08 Mei 2021 18:45
Jaksa Penyidik Jiwasraya Diadukan Ke Jamwas, Diduga Langgar Kode Etik
Hukum

Jaksa Penyidik Jiwasraya Dia..

08 Mei 2021 10:19
WNA China Masuk Indonesia Saat Pelarangan Mudik Dan Pengetatan Perbatasan, Apa Kata Pihak Keimigrasian?
Hukum

WNA China Masuk Indonesia Sa..

08 Mei 2021 02:00
KPK Hanya Usulkan Pegawai, Tapi 5 Lembaga Negara Ini Yang Digandeng BKN Ikut Laksanakan Asesmen TWK
Hukum

KPK Hanya Usulkan Pegawai, T..

08 Mei 2021 00:52
Mediasi Belum Tercapai, Fara Luwia Tuntut Anak Usaha Wilmar Group Rp 939 M
Hukum

Mediasi Belum Tercapai, Fara..

07 Mei 2021 22:57
Azis Syamsuddin Absen Panggilan KPK, Cemas Jumat Keramat Atau Takut Bukti Valid?
Hukum

Azis Syamsuddin Absen Panggi..

07 Mei 2021 22:19
Meski Dibuat BKN, KPK Pastikan Tetap Terima Kritik Soal Relevansi Materi TWK
Hukum

Meski Dibuat BKN, KPK Pastik..

07 Mei 2021 18:36