Usai Tahan Penyuap Bansos Covid-19 Bandung Barat, KPK Geledah 2 Kantor Dinas

Plt Jubir Penindakan KPK, M. Ali Fikri/RMOL

Usai mengumumkan tersangka, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan terkait kasus dugaan korupsi bantuan sosial (Bansos) sembako di Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bandung Barat (KBB) tahun 2020.

Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri mengatakan, pada Selasa (6/4), tim penyidik KPK telah melakukan penggeledahan di dua lokasi berbeda di wilayah KBB.

Kedua lokasi yang digeledah itu adalah, Kantor Dinas Badan Perencanaan dan Penelitian Pengembangan Pembangunan (Bapelitbang) KBB dan Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) KBB.

"Di 2 lokasi tersebut, ditemukan diamankan berbagai bukti diantaranya dokumen dan barang elektronik yang diduga terkait dengan perkara," ujar Ali kepada wartawan, Rabu (7/4).

Dari barang bukti yang diamankan itu kata Ali, penyidik akan melakukan validasi dan analisa untuk segera diajukan penyitaan guna menjadi barang bukti dalam berkas perkara.

Penyidik KPK juga sebelumnya telah melakukan penggeledahan dibeberapa tempat.

Pada Selasa (23/3), penyidik menggeledah Kantor Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang berlokasi di Desa Mekarsari Ngamprah, KBB, Jawa Barat.

Dikedua lokasi itu, ditemukan barang bukti berupa dokumen dan barang elektronik yang berkaitan dengan perkara.

Selanjutnya pada Senin (22/3), penyidik menggeledah dua lokasi berbeda di daerah Lembang, KBB.

Dua lokasi tersebut adalah rumah kediaman dari pihak yang terkait dengan perkara. Dari dua rumah itu, penyidik mengamankan bukti barang elektronik yang terkait dengan perkara.

Kemudian pada Sabtu (20/3), tim penyidik menggeledah di tiga lokasi yang berbeda di daerah Provinsi Jawa Barat.

Yaitu di Desa Cicangkanggirang, Kecamatan Sindangkerta, Bandung Barat; Buah Batu Kabupaten Bandung, Jawa Barat; dan Desa Mekarsari, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Tempat penggeledahan tersebut merupakan rumah kediaman dari pihak-pihak yang terkait dengan perkara ini.

Di tiga lokasi itu, penyidik mengamankan bukti diantaranya berbagai dokumen dan barang elektronik yang diduga terkait dengan perkara yang belum diumumkan konstruksi perkara dan tersangkanya ini.

Lalu pada Minggu (21/3), penyidik menggeledah rumah kediaman dari pihak yang terkait perkara ini di wilayah Cimareme, Ngamprah, KBB, Jawa Barat.

Di satu lokasi itu, ditemukan dan diamankan bukti berupa barang elektronik yang terkait dengan perkara.

Pada Kamis (18/3), penyidik melakukan penggeledahan di Kantor Dinsos Pemkab Bandung Barat dan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat.

Selanjutnya pada Rabu (17/3), penyidik menggeledah Kantor Dinas PUPR Kabupaten Bandung Barat, Kantor CV Bintang Pamungkas (BP) di Lembang Kabupaten Bandung Barat, Kantor CV Sentral Sayuran Garden City (SSGC) di Lembang Kabupaten Bandung Barat, dan di rumah kediaman dari pihak yang terkait perkara ini di Lembang Kabupaten Bandung Barat.

Di empat lokasi itu, penyidik mengamankan barang bukti berupa dokumen dan barang bukti elektronik.

Kemudian pada Selasa (16/3), penyidik telah menggeledah Kantor Bupati Bandung Barat, dan dua rumah kediaman dari pihak yang terkait dengan perkara yang beralamat di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Dari penggeledahan itu, penyidik mengamankan barang bukti berupa dokumen.

Dalam perkara ini, penyidik telah mengumumkan tiga orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Yaitu, Bupati Bandung Barat periode 2018-2023, Aa Umbara Sutisna (AUS), Andri Wibawa (AW) yang merupakan anak dari Aa Umbara, dan M. Totoh Gunawan (MTG) selaku pemilik PT Jagat Dir Gantara (JDG) dan CV Sentral Sayuran Garden City Lembang (SSGCL).

Pengumuman tersangka itu disampaikan langsung oleh Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata pada Kamis (1/4).

KPK pun baru resmi menahan satu orang tersangka. Yaitu, M. Totoh Gunawan untuk 20 hari ke depan terhitung sejak hari ini hingga 20 April di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur.

Sedangkan dua tersangka yaitu Aa Umbara dan anaknya disebut masih dalam keadaan sakit.

Kolom Komentar


Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Monitor PSU Pilkada 2020

Kamis, 08 April 2021
Video

Bincang Sehat • Mutasi Baru Virus Penyebab Covid-19

Jumat, 09 April 2021
Video

Ini Penampakan Prototipe Jet Tempur KF-X/IF-X

Sabtu, 10 April 2021

Artikel Lainnya

Kuat Dan Licin, KPK Diminta Segera Tangkap Haji Isam Dan Mukmin Gunawan
Hukum

Kuat Dan Licin, KPK Diminta ..

10 April 2021 12:14
Merasa Hartanya Disita Semena-mena, Valentina Mengadu Ke KSP Dan MA
Hukum

Merasa Hartanya Disita Semen..

10 April 2021 05:01
Cari Keterlibatan Pihak Lain, Pencurian Barang Bukti 1,9 Kg Emas Di KPK Harus Diusut Tuntas
Hukum

Cari Keterlibatan Pihak Lain..

10 April 2021 03:56
Dilaporkan Kader Soal Penipuan, Begini Jawaban Sekjen Berkarya Andi Picunang
Hukum

Dilaporkan Kader Soal Penipu..

09 April 2021 23:37
Pulang Tangan Kosong Usai Geledah PT Jhonlin Baratama, KPK: Barbuk Diduga Dimusnahkan
Hukum

Pulang Tangan Kosong Usai Ge..

09 April 2021 19:12
Selain Tilep Rp 1 M, Aa Umbara Juga Terima Gratifikasi Dari Dinas Pemerintahan Bandung Barat
Hukum

Selain Tilep Rp 1 M, Aa Umba..

09 April 2021 18:22
Bupati Bandung Barat Aa Umbara Dan Anaknya Kompak Kenakan Rompi Oranye KPK
Hukum

Bupati Bandung Barat Aa Umba..

09 April 2021 17:13
Dugaan Penipuan, Sekjen Partai Berkaya Andi Picunang Dipolisikan Kader Sendiri
Hukum

Dugaan Penipuan, Sekjen Part..

09 April 2021 14:22