Farah.ID
Farah.ID

Pimpinan KPK Berharap Pondok Pesantren Jadi Agen Antikorupsi

LAPORAN: DIKI TRIANTO
  • Senin, 05 April 2021, 22:40 WIB
Pimpinan KPK Berharap Pondok Pesantren Jadi Agen Antikorupsi
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nurul Ghufron/Ist
Perang terhadap perilaku koruptif harus dimulai dari pendidikan. Salah satu yang patut didorong adalah melalui pendidikan di pondok pesantren.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nurul Ghufron berharap pondok pesantren bisa menjadi agen yang mampu melahirkan dan mencetak kader bangsa antikorupsi.

Sebab dewasa ini, banyak oknum dan pejabat yang sudah ditangkap kasus korupsi namun tak kunjung jera. Padahal KPK sendiri sudah 18 tahun bertindak memerangi korupsi di Indonesia.

"Saat ini masih banyak memproduksi koruptor baru (yang ada di Indonesia)," kata Nurul Ghufron saat berkunjung ke Ponpes Nurul Jadid Paiton Probolinggo, Senin (5/4).

Ia berpandangan, saat ini bangsa Indonesia perlu dibenahi dari segi pendidikannya. Salah satunya ialah menggandeng Ponpes agar bisa memproduksi kader bangsa yang tidak hanya luas ilmu, melainkan juga mencetak kader bangsa yang terampil.

"Pesantren juga dapat mencetak kader bangsa yang mempunyai karakter yang jujur, peduli terhadap sesama, tertib, dan adil. Kalau karakter tersebut dibangun sejak dini, maka para kader bangsa tersebut akan sadar, tidak menggunakan hak orang lain untuk kepentingan pribadinya," jelasnya diberitakan Kantor Berita RMOLJatim.

Saat ini, masih kata Ghufron, pendidikan antikorupsi ini sangat diperlukan. Sehingga, nantinya perlu diwariskan karakter anak bangsa yang jujur.

"Sehingga ke depannya bangsa Indonesia ini lebih baik lagi," pungkasnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

ARTIKEL LAINNYA