Farah.ID
Farah.ID

Diterima Atau Tidaknya Eksepsi, Tim Hukum Habib Rizieq Serahkan Ke Majelis Hakim

LAPORAN: IDHAM ANHARI
  • Rabu, 31 Maret 2021, 14:38 WIB
Diterima Atau Tidaknya Eksepsi, Tim Hukum Habib Rizieq Serahkan Ke Majelis Hakim
Habib Rizieq Shihab saat membacakan eksepsi di PN Jakarta Timur/ist
Salah satu tim kuasa hukum Habib Rizieq Shihab, Aziz Yanuar mengaku pihaknya menyerahkan sepenuhnya keputusan hasil eksepsi atau nota keberatan terhadap dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur.

"Insya Allah kita menyerahkan kepada hakim. Dan buat kami hasilnya bukan urusan kami, kami hanya usaha semaksimal mungkin," kata Aziz di PN Jakarta Timur, Rabu (31/3).

Tim hukum, kata Aziz, juga telah mempersiapkan langkah selanjutnya yang didalamnya menyiapkan saksi-saksi.
 
"Insya Allah kita sudah siapkan semua. Saksi-saksi sedang dan akan kami siapkan sebagian juga sudah kita matangkan juga. Kemudian kita pastikan berjalan lancar terkait pemeriksaan saksi nanti," ujarnya.

Dalam persidangan lanjutan hari ini, PN Jakarta Timur mengagendakan pendapat Jaksa Penuntut Umum atas eksepsi terdakwa dan tim kuasa hukum setelah sebelumnya pada Senin (30/3) tanggapan JPU atas eksepsi alias nota pembelaan Habib Rizieq Shihab.

Dalam eksepsinya, Habib Rizieq Shihab menganggap dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sesat lantaran menganggap ajakan Maulid Nabi Muhammad sebagai hasutan kejahatan. Padahal, menurut Habib Rizieq, Maulid Nabi digelar untuk memuliakan Nabi Muhammad.

"Disinilah Kepolisian dan Kejaksaan telah melakukan mufakat jahat dalam menyamakan 'Undangan Maulid Nabi Muhammad SAW' dengan 'hasutan melakukan kejahatan'. Logika berpikir Kepolisian dan Kejaksaan yang menyamakan "Undangan Maulid Nabi Muhammad SAW' dengan 'hasutan melakukan kejahatan' adalah logika sesat dan menyesatkan," kata Habib Rizieq dalam eksepsinya, Jumat (26/3).

Selain itu, HRS juga mempertanyakan mengapa hanya kerumunan di Petamburan dan Megamendung yang dipersoalkan. Padahal, ia berpendapat, penyebab kerumunan di dua tempat itu akibat adanya hasutan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD yang mempersilahkan masyarakat untuk menjemput kepulangan dirinya di Bandara.

"Kerumunan Bandara yang tanpa prokes tidak pernah diproses hukum, dan Menko Polhukam Mahfud  MD yang  mengumumkan dan mempersilahkan massa untuk datang ke Bandara, tidak  dituduh sebagai penghasut kerumunan," tanya Habib Rizieq.



EDITOR: IDHAM ANHARI

ARTIKEL LAINNYA