Farah.ID
Farah.ID

Kantornya Digeledah, Petinggi PT Adonara Propertindo Dipanggil KPK Terkait Kasus Pengadaan Tanah Cipayung

LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL
  • Senin, 22 Maret 2021, 13:17 WIB
Kantornya Digeledah, Petinggi PT Adonara Propertindo Dipanggil KPK Terkait Kasus Pengadaan Tanah Cipayung
Gedung KPK di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan/Net
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil saksi kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta tahun 2019.

Saksi yang dipanggil hari ini, Senin (22/3), adalah Anja Runtuwene selaku Wakil Direktur PT Adonara Propertindo.

"Pemeriksaan saksi diagendakan bertempat di Gedung KPK Merah Putih," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri kepada wartawan, Senin siang (22/3).

Rabu (10/3), penyidik juga memanggil enam orang saksi. Yaitu, Sr. Fransiska Sri Kustini CB alias Sr. Franka CB selaku bendahara ekonom kongregasi suster suster CB Provinsi Indonesia; Rachmat Taufik selaku Manajer Unit Pelayanan Pengadaan Perumda Pembangunan Sarana Jaya periode 2017-Oktober 2020.

Selanjutnya, Slamet Riyanto selaku senior Manajer Divisi Usaha Perumda Pembangunan Sarana Jaya periode 2019-2020; Minan bin Mamad selaku broker calo tanah; Asep Firdaus Risnandar selaku junior Manajer Sub Divisi Akuntansi dan Anggaran Sarana Jaya; dan I Gede Aldi Pradana selaku junior Manajer Divisi Pertanahan Perumda Pembangunan Sarana Jaya.

Dalam perkara yang belum diumumkan tersangkanya ini, penyidik telah melakukan penggeledahan di beberapa tempat untuk melengkapi bukti-bukti, Senin (8/3).

Tempat yang digeledah itu adalah, Kantor Adonara Propertindo (AP) di Gandaria Utara, Kebayoran, Jakarta Selatan; Gedung Sarana Jaya, Jakarta Pusat; dan rumah kediaman dari pihak-pihak yang terkait dengan perkara ini.

Dari penggeledahan itu, ditemukan dan diamankan bukti diantaranya berbagai dokumen yang terkait dengan perkara ini.

Berdasarkan informasi di kalangan wartawan, pihak yang diduga telah ditetapkan sebagai tersangka adalah Yoory C Pinontoan yang baru dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Dirut Perumda Pembangunan Sarana Jaya.

ARTIKEL LAINNYA