Bukan Fee Per Paket Bansos, Anak Buah Juliari Dapat Uang Rp 800 Juta Dari Orang Dekat Herman Herry

Sidang lanjutan penyuap Bansos pada Juliari Batubara/RMOL

Anak buah Juliari Peter Batubara (JPB), Adi Wahyono mengungkapkan bahwa ada perusahaan yang dilarang untuk dipungut fee Rp 10 ribu per paket bantuan sosial (Bansos) sembako.

Perusahaan yang dimaksud adalah, PT Anomali Lumbung Artha yang merupakan perusahaan yang diusulkan oleh Ivo Wongkaren yang merupakan orang dekat politisi PDIP, Herman Herry.

Hal itu terungkap di persidangan lanjutan terdakwa Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin sore (8/3).

Adi Wahyono yang juga merupakan tersangka dalam perkara ini dihadirkan secara virtual sebagai saksi.

Awalnya, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyinggung soal fee Rp 10 ribu per paket sembako yang diminta oleh Juliari melalui anak buahnya kepada setiap perusahaan yang mendapatkan jatah pengadaan.

Adi pun pernah dipanggil oleh Juliari dan Staf ahli, Kukuh Ary Wibowo untuk membahas soal fee Rp 10 ribu per paket sembako.

"Pada saat saudara ketemu dengan Juliari dan Pak Kukuh itu ada permintaan memungut Rp 10 ribu per paket dari semua vendor kecuali PT Anomali betul?" kata Jaksa dan diamini oleh Adi.

Adi pun lantas membeberkan perkenalannya dengan PT Anomali Lumbung Artha yang diusulkan oleh Ivo Wongkaren.

Diceritakan Adi, ia dipertemukan dengan Ivo oleh Mokhamad O. Royani selaku Sesditjen LinJamsos Kemensos.

"Saya pertama kali diundang di ruang Pak Roni (Mokhamad O. Royani) itu diperkenalkan oleh yang namanya Pak Ivo itu dari perusahaan Anomali," kata Adi.

Selain itu, Adi pun mengaku menerima uang sukarela dari beberapa perusahaan yang mendapatkan jatah kuota Bansos senilai Rp 800 juta.

"Ada dari Pak Harry, ada Pak Ivo Wongkaren, saya lupa ya," ungkap Adi.

Kolom Komentar


Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Monitor PSU Pilkada 2020

Kamis, 08 April 2021
Video

Bincang Sehat • Mutasi Baru Virus Penyebab Covid-19

Jumat, 09 April 2021
Video

Ini Penampakan Prototipe Jet Tempur KF-X/IF-X

Sabtu, 10 April 2021

Artikel Lainnya

5,8 Ribu Peserta Ikuti Ujian Profesi Advokat DPN Peradi
Hukum

5,8 Ribu Peserta Ikuti Ujian..

10 April 2021 17:50
Kuat Dan Licin, KPK Diminta Segera Tangkap Haji Isam Dan Mukmin Gunawan
Hukum

Kuat Dan Licin, KPK Diminta ..

10 April 2021 12:14
Merasa Hartanya Disita Semena-mena, Valentina Mengadu Ke KSP Dan MA
Hukum

Merasa Hartanya Disita Semen..

10 April 2021 05:01
Cari Keterlibatan Pihak Lain, Pencurian Barang Bukti 1,9 Kg Emas Di KPK Harus Diusut Tuntas
Hukum

Cari Keterlibatan Pihak Lain..

10 April 2021 03:56
Dilaporkan Kader Soal Penipuan, Begini Jawaban Sekjen Berkarya Andi Picunang
Hukum

Dilaporkan Kader Soal Penipu..

09 April 2021 23:37
Pulang Tangan Kosong Usai Geledah PT Jhonlin Baratama, KPK: Barbuk Diduga Dimusnahkan
Hukum

Pulang Tangan Kosong Usai Ge..

09 April 2021 19:12
Selain Tilep Rp 1 M, Aa Umbara Juga Terima Gratifikasi Dari Dinas Pemerintahan Bandung Barat
Hukum

Selain Tilep Rp 1 M, Aa Umba..

09 April 2021 18:22
Bupati Bandung Barat Aa Umbara Dan Anaknya Kompak Kenakan Rompi Oranye KPK
Hukum

Bupati Bandung Barat Aa Umba..

09 April 2021 17:13