Apresiasi Satgas Mafia Tanah, IPW Desak Sengketa Lahan Cakung Dituntaskan

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane/Net

Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Tanah oleh Polri menjadi momentum penuntasan kasus mafia tanah yang masih marak terjadi.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane pada dasarnya mengapresiasi keberadaan Satgas bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit tersebut. Namun, ia memberi catatan agar satgas benar-benar mengawal kasus mafia tanah, termasuk penyerobotan tanah di Cakung, Jakarta Timur seluas 7 hektare.

"Kami apresiasi keberadan Satgas Anti Mafia Tanah. Sekarang, Kapolda Metro harus tetap serius tangani kasus mafia tanah di Cakung. Jangan sampai tercoreng oleh manuver oknum yang bermain,” kata Neta kepada wartawan, Kamis (4/3).

Ia mengurai, kasus tanah di Cakung masih menyisakan PR besar, yakni belum tertangkapnya Benny Simon Tabalujan meski sudah masuk DPO. Pihak kepolisian sendiri sudah berkoordinasi dengan Interpol untuk meringkus Benny Tabalujan yang juga Direktur Utama PT Selve Veritate.

“Kasus ini harus dipastikan berjalan on the track. Polda Metro juga perlu panggil Haris Azhar (kuasa hukum Benny Simon Tabalujan) agar mendatangan tersangka untuk menggali informasi dan menyelesaikan masalah ini," tegasnya.

Selain itu dirinya juga meminta semua pihak, termasuk awak media untuk mengawal kasus pemalsuan akta autentik di Cakung, Jakarta Timur sebagaimana fungsi media sesuai dengan UU.

Keberadaan Satgas Anti Mafia Tanah belakangan memang menjadi angin segar bagi para korban. Bahkan belum lama dibentuk, Satgas langsung gerak cepat dengan menangkap pelaku penjarahan mafia tanah yang menipu ibunda mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal.

Gerak cepat Satgas Anti Mafia Tanah ini juga diharapkan dilakukan dalam menuntaskan kasus lahan Cakung yang tak kunjung menangkap aktor di balik sengketa tanah seluas 7 hektare yang dilaporkan pemilik Abdul Halim.

Polda Metro Jaya sudah menetapkan Benny, mantan juruukur BPN Paryoto, dan kolega Benny, Achmad Djufri, sebagai tersangka dan masuk persidangan. Namun dalam perjalanannya, Paryoto dinyatakan majelis hakim PN Jakarta Timur tidak bersalah. Sedangkan Mardani telah meninggal dunia di Rutan Cipinang.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Monitor PSU Pilkada 2020

Kamis, 08 April 2021
Video

Bincang Sehat • Mutasi Baru Virus Penyebab Covid-19

Jumat, 09 April 2021
Video

Ini Penampakan Prototipe Jet Tempur KF-X/IF-X

Sabtu, 10 April 2021

Artikel Lainnya

5,8 Ribu Peserta Ikuti Ujian Profesi Advokat DPN Peradi
Hukum

5,8 Ribu Peserta Ikuti Ujian..

10 April 2021 17:50
Kuat Dan Licin, KPK Diminta Segera Tangkap Haji Isam Dan Mukmin Gunawan
Hukum

Kuat Dan Licin, KPK Diminta ..

10 April 2021 12:14
Merasa Hartanya Disita Semena-mena, Valentina Mengadu Ke KSP Dan MA
Hukum

Merasa Hartanya Disita Semen..

10 April 2021 05:01
Cari Keterlibatan Pihak Lain, Pencurian Barang Bukti 1,9 Kg Emas Di KPK Harus Diusut Tuntas
Hukum

Cari Keterlibatan Pihak Lain..

10 April 2021 03:56
Dilaporkan Kader Soal Penipuan, Begini Jawaban Sekjen Berkarya Andi Picunang
Hukum

Dilaporkan Kader Soal Penipu..

09 April 2021 23:37
Pulang Tangan Kosong Usai Geledah PT Jhonlin Baratama, KPK: Barbuk Diduga Dimusnahkan
Hukum

Pulang Tangan Kosong Usai Ge..

09 April 2021 19:12
Selain Tilep Rp 1 M, Aa Umbara Juga Terima Gratifikasi Dari Dinas Pemerintahan Bandung Barat
Hukum

Selain Tilep Rp 1 M, Aa Umba..

09 April 2021 18:22
Bupati Bandung Barat Aa Umbara Dan Anaknya Kompak Kenakan Rompi Oranye KPK
Hukum

Bupati Bandung Barat Aa Umba..

09 April 2021 17:13