Komite IV DPD RI Desak Kejagung Tuntaskan Korupsi PT Asabri

Kantor PT Asabri/Net

Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mendorong Kejaksaan Agung untuk menuntaskan kasus mega korupsi di PT Asabri yang ditaksir merugikan negara Rp 23,7 triliun, lebih tinggi dari kerugian Jiwasraya yang hanya mencapai Rp16 triliun lebih.

"Tidak boleh berkorupsi untuk orang-orang kecil, untuk prajurit, tentara yang bekerja mati-matian. Meninggalkan tempat lama-lama, sesudah masa pensiun disengsarakan, itu kan haknya prajurit. Untuk itu saya mendorong Kejaksaan Agung yang menangani kasus tersebut untuk menyelesaikan dan menyita seluruh aset tersangka," ucap Anggota Komite IV DPD RI, Sudirman dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/3).

Pria yang akrab disapa Haji Uma ini mengapresiasi, langkah demi langkah yang dilakukan Kejaksaan Agung yang pada Selasa telah melakukan pemeriksaan tujuh orang saksi.

Ketujuh saksi yaitu DH selaku Equity Sales PT Indopremier Sekuritas, DB selaku Direktur Utama PT Eureka Prima Jakarta, Tbk, I selaku Direktur PT Jelajah Bahari Utama, dan WS selaku Direktur PT Cipta Anugerah Sejati.

Kemudian, SJS dan RB selaku pihak swasta yang berhubungan dengan tersangka Sonny Widjaja, mantan Direktur Utama PT Asabri. Ada pula SP selaku pihak swasta yang berhubungan dengan tersangka HS, Direktur PT Asabri periode 2013-2014 dan 2015-2019.

"Saya mengapresiasi Kejaksaan Agung, dengan kembali memeriksa saksi-saksi atas kasus korupsi didiri Asabri. Ini membuktikan komitmen untuk segera menuntaskan kasus tersebut. Mengingat, masyarakat menunggu transparansi aparat penegak hukum," pungkas dia.

Sebelumnya juga diberitakan, Ketua DPD RI, AA La Nyala Mahmud Mattalitti menegaskan untuk menghukum maksimal terhadap para tersangka kasus mega korupsi dalam PT Asabri.

Dalam kasus korupsi ini, Kejaksaan Agung telah menetapkan sembilan orang tersangka, yakni ARD selaku Dirut PT Asabri periode 2011-2016, SW selaku Dirut PT Asabri periode 2016-2020, BE selaku Kepala Divisi Keuangan dan Investasi PT Asabri periode 2012-2015, HS selaku Direktur Divisi Investasti dan Keuangan PT Asabri periode 2013-2019 dan IWS selaku Kepala Investasi PT Asabri periode 2012-2017.

Kemudian, LP selaku Presiden Direktur PT Prima Jaringan & Dirut PT Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP), HH selaku Presiden PT Trada Alam Minera Ybk (TRAM), BT atau Bentjok sebagai Komisaris PT Hanson Internasional Tbk dan JS selaku Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relationship.
EDITOR: IDHAM ANHARI

Kolom Komentar


Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Monitor PSU Pilkada 2020

Kamis, 08 April 2021
Video

Bincang Sehat • Mutasi Baru Virus Penyebab Covid-19

Jumat, 09 April 2021
Video

Ini Penampakan Prototipe Jet Tempur KF-X/IF-X

Sabtu, 10 April 2021

Artikel Lainnya

5,8 Ribu Peserta Ikuti Ujian Profesi Advokat DPN Peradi
Hukum

5,8 Ribu Peserta Ikuti Ujian..

10 April 2021 17:50
Kuat Dan Licin, KPK Diminta Segera Tangkap Haji Isam Dan Mukmin Gunawan
Hukum

Kuat Dan Licin, KPK Diminta ..

10 April 2021 12:14
Merasa Hartanya Disita Semena-mena, Valentina Mengadu Ke KSP Dan MA
Hukum

Merasa Hartanya Disita Semen..

10 April 2021 05:01
Cari Keterlibatan Pihak Lain, Pencurian Barang Bukti 1,9 Kg Emas Di KPK Harus Diusut Tuntas
Hukum

Cari Keterlibatan Pihak Lain..

10 April 2021 03:56
Dilaporkan Kader Soal Penipuan, Begini Jawaban Sekjen Berkarya Andi Picunang
Hukum

Dilaporkan Kader Soal Penipu..

09 April 2021 23:37
Pulang Tangan Kosong Usai Geledah PT Jhonlin Baratama, KPK: Barbuk Diduga Dimusnahkan
Hukum

Pulang Tangan Kosong Usai Ge..

09 April 2021 19:12
Selain Tilep Rp 1 M, Aa Umbara Juga Terima Gratifikasi Dari Dinas Pemerintahan Bandung Barat
Hukum

Selain Tilep Rp 1 M, Aa Umba..

09 April 2021 18:22
Bupati Bandung Barat Aa Umbara Dan Anaknya Kompak Kenakan Rompi Oranye KPK
Hukum

Bupati Bandung Barat Aa Umba..

09 April 2021 17:13