Sekjen Kemensos Masih Jalani Pemeriksaan Untuk Tersangka Juliari Batubara

Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Hartono Laras/Net

Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Hartono Laras memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi kasus dugaan korupsi bantuan sosial (Bansos) Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek yang menjerat eks Mensos Juliari P. Batubara.

Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri mengatakan, Hartono diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Juliari.

"Sekjen datang (sedang menjalani pemeriksaan)," ujar Ali kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (14/1).

Selain itu kata Ali, untuk saksi lainnya yang juga dipanggil hari ini yaitu, Muhammad Rakyan Ikram selaku wiraswasta juga sudah datang ke Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Namun demikian, Ali belum menjelaskan terkait kehadiran saksi lainnya yang dipanggil hari ini, apakah datang atau tidak.

Yaitu, Radit selaku swasta dan Andy Hoza Junardy selaku Direktur Utama (Dirut) PT Junatama Foodia Kreasindo.

Dalam perkara ini, penyidik telah memanggil beberapa saksi dari pihak Kemensos maupun perusahaan yang mendapatkan proyek pengadaan bansos.

Diantaranya, Pepen Nazaruddin selaku Dirjen LinJamsos Kemensos yang telah diperiksa pasa Senin (21/12) dan Rabu (13/1).

Selanjutnya, Rajif Bachtiar Amin selaku Direktur Keuangan PT Mandala Hamonangan Sude yang diperiksa pada Rabu (23/12) dan Rabu (13/1).

Kemudian, Achmad Gamaludin Moeksin alias Agam selaku Direktur PT Bumi Pangan Digdaya pada Selasa (29/1). Ubayt Kurniawan selaku Dirut PT Famindo Meta Komunika pada Rabu (13/1). Teddy Munawar selaku Dirut PT Anomali Lumbung Artha pada Selasa (12/1).

Dan dua orang Staf PT Tigapilar Agro Utama, yaitu Imanuel Tarigan pada Senin (4/1), dan Buyung Airlangga pada Jumat (8/1).

Juliari yang juga Wakil Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka penerima suap oleh KPK pada 6 Desember 2020.

Selain Juliari, KPK juga menetapkan tersangka lainnya. Yaitu, Matheus Joko Santoso (MJS) dan Adi Wahyono (AW) selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) di Kemensos yang juga tersangka penerima suap.

Sedangkan tersangka pemberi suap adalah, Ardian Iskandar Maddanatja (AIM) selaku Presiden Direktur PT Tigapilar Agro Utama, dan Harry Sidabuke (HS) selaku swasta.

Dalam perkara ini, Juliari diduga menerima fee sebesar Rp 10 ribu per paket sembako dari nilai Rp 300 ribu per paket sembako. Dia diduga telah menerima uang suap sebesar Rp 17 miliar yang diberikan oleh tersangka Matheus Joko Santoso sebanyak dua kali.

Yaitu, pada pelaksanaan paket bansos sembako periode pertama sebesar Rp 8,2 miliar, dan pada periode kedua sebesar Rp 8,8 miliar.

Kolom Komentar


Video

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

Jumat, 22 Januari 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • JK, Buat Kejutan Apa di 2024?

Selasa, 26 Januari 2021
Video

Klarifikasi Ambroncius Nababan

Selasa, 26 Januari 2021

Artikel Lainnya

Dalam Waktu Dekat Kejagung Bakal Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Asabri
Hukum

Dalam Waktu Dekat Kejagung B..

27 Januari 2021 23:22
Usut Dugaan Korupsi BPJS Ketenagakerjaan, Kejagung Sudah Periksa 34 Saksi
Hukum

Usut Dugaan Korupsi BPJS Ket..

27 Januari 2021 22:07
KPK Dalami Dugaan Adanya Arahan Khusus Dari Juliari Batubara Soal Suap Bansos
Hukum

KPK Dalami Dugaan Adanya Ara..

27 Januari 2021 21:38
Saksi Kasus Edhy Prabowo Diduga Tidak Jujur, KPK Siapkan Jerat Pasal Merintangi Penyidikan
Hukum

Saksi Kasus Edhy Prabowo Did..

27 Januari 2021 21:18
Dari Kesaksian Alayk Mubarok, Diduga Uang Suap Benur Juga Diterima Iis Rosyita Dewi
Hukum

Dari Kesaksian Alayk Mubarok..

27 Januari 2021 20:50
Fakta Baru Kasus Ekspor Benur, KPK: Edhy Prabowo Beli Dan Minum Wine Pakai Uang Hasil Suap
Hukum

Fakta Baru Kasus Ekspor Benu..

27 Januari 2021 20:36
Dengan Memproses Abu Janda Dan Deny Siregar, Jadi Bukti Komitmen Listyo Sigit Sebagai Kapolri
Hukum

Dengan Memproses Abu Janda D..

27 Januari 2021 19:03
Wanita Cantik Ini Bungkam Usai 6 Jam Diperiksa KPK Pada Kasus Edhy Prabowo
Hukum

Wanita Cantik Ini Bungkam Us..

27 Januari 2021 18:06