Keseriusan KPK Dan Kejagung Dipertanyakan Terkait Pengusutan Dugaan Rasuah Kementan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)/RMOL

Keseriusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung dipertanyakan dalam menindaklanjuti laporan dugaan praktik rasuah pengadaan sapi, kambing dan pakan ternak di Kementerian Pertanian.

Dugaan praktik korupsi tersebut sebelumnya sudah dilaporkan Gerakan Penyelamat Harta Negara Republik Indonesia (GPHN RI) ke KPK dan Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus.

Menurut pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah, dugaan keterlibatan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mencuat karena pemenang tender proyek tersebut adalah putranya, Kemal Redindo Syahrul Putra.

“Tanpa ada pengaruh dan intervensi dari Mentan, perusahaan putranya pasti sulit memenangkan tender proyek tersebut. Untuk itu, KPK harus segera mengadakan penyelidikan mengusut dugaan korupsi dengan mengumpulkan bukti-bukti yang ada,” kata Trubus kepada wartawan, Senin (21/12).

Di sisi lain, Ketum GPHN Madun Haryadi mengaku bahwa laporannya masih dalam tahap pendalaman. Namun yang membuat heran, ia justru diminta KPK untuk membuat kronologi dugaan praktik rasuah dalam laporannya.

"Negara membayar aparat penegak hukum (APH) sampai triliunan rupiah setiap tahun itu untuk apa? Agar APH bekerja menyelamatkan uang negara," tegasnya.

Pun demikian dengan pihak Kejaksaan Agung. Saat ditanya soal perkembangan kasus tersebut, kata dia, penyidik Kejagung lagi-lagi menyebut akan menyelidikinya.

“Data sudah valid, harusnya KPK maupun Kejagung sudah memeriksa Menteri Pertanian karena dia adalah pengguna anggaran,” ujarnya.

GPHN mengaku menemukan bukti kuat terjadinya dugaan korupsi dalam pengadaan sapi, kambing, dan pakan ternak. Ada kejanggalan di Pasuruan, Probolinggo dan Madura di mana perusahaan pelaksana adalah fiktif.

Seperti PT Sumekar Nurani Madura yang beralamat di Jalan Raya Lobuk, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep selaku pemenang puluhan paket tender proyek. Saat dilakukan pengecekan, lokasi tersebut ternyata sebuah gudang bangunan tua tanpa penghuni.

“Kami sudah cek ke lokasi, tidak ada kantor perusahaan itu. Tetapi cuma ada perusahaan pengaspalan jalan dan gilingan batu yang sudah bangkrut,” demikian Madun.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Monitor PSU Pilkada 2020

Kamis, 08 April 2021
Video

Bincang Sehat • Mutasi Baru Virus Penyebab Covid-19

Jumat, 09 April 2021
Video

Ini Penampakan Prototipe Jet Tempur KF-X/IF-X

Sabtu, 10 April 2021

Artikel Lainnya

5,8 Ribu Peserta Ikuti Ujian Profesi Advokat DPN Peradi
Hukum

5,8 Ribu Peserta Ikuti Ujian..

10 April 2021 17:50
Kuat Dan Licin, KPK Diminta Segera Tangkap Haji Isam Dan Mukmin Gunawan
Hukum

Kuat Dan Licin, KPK Diminta ..

10 April 2021 12:14
Merasa Hartanya Disita Semena-mena, Valentina Mengadu Ke KSP Dan MA
Hukum

Merasa Hartanya Disita Semen..

10 April 2021 05:01
Cari Keterlibatan Pihak Lain, Pencurian Barang Bukti 1,9 Kg Emas Di KPK Harus Diusut Tuntas
Hukum

Cari Keterlibatan Pihak Lain..

10 April 2021 03:56
Dilaporkan Kader Soal Penipuan, Begini Jawaban Sekjen Berkarya Andi Picunang
Hukum

Dilaporkan Kader Soal Penipu..

09 April 2021 23:37
Pulang Tangan Kosong Usai Geledah PT Jhonlin Baratama, KPK: Barbuk Diduga Dimusnahkan
Hukum

Pulang Tangan Kosong Usai Ge..

09 April 2021 19:12
Selain Tilep Rp 1 M, Aa Umbara Juga Terima Gratifikasi Dari Dinas Pemerintahan Bandung Barat
Hukum

Selain Tilep Rp 1 M, Aa Umba..

09 April 2021 18:22
Bupati Bandung Barat Aa Umbara Dan Anaknya Kompak Kenakan Rompi Oranye KPK
Hukum

Bupati Bandung Barat Aa Umba..

09 April 2021 17:13