Kronologi KPK Tangkap Walikota Cimahi Ajay M. Priatna

Walikota Cimahi Ajay M. Priatna mengenakan rompi oranye/RMOL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengurai kronologi operasi tangkap tangan (OTT) di kawasan Bandung dan Cimahi, Jawa Barat, pada Jumat (27/11) lalu.

Dari OTT itu Tim Satuan Tugas (Satgas) KPK mengamankan sedikitnya 11 orang, salah satunya Walikota Cimahi Ajay Muhammad Priatna.

"KPK telah mengamankan sebelas orang pada hari Jumat tanggal 27 November 2020 sekitar jam 10.40 WIB di beberapa tempat, yaitu Bandung dan Cimahi," ujar Ketua KPK, Firli Bahuri saat menggelar konpers Gedung KPK,  Kuningan, Jakarta, Sabtu (28/11).

Kesebelas orang yang ditangkap yaitu; Ajay Muhammad Priatna; Komisaris Rumah Sakit Umum (RSU) Kasih Bunda Cimahi, Hutama Yonathan; Ajudan Ajay, FD; orang kepercayaan Ajay, YT; seorang sopir, ED; pihak swasta DD.

Kemudian, Direktur RSU, NN; Staf RSU Kasih Bunda, CG; Kadis PTSP HH; Kasi di Dinas PTSP, AA; dan seorang Sopir, KM.

Operasi senyap KPK tersebut berawal dari adanya informasi masyarakat yang menyebut akan terjadi dugaan penerimaan sejumlah uang oleh penyelenggara megara yang diberikan Hutama Yonathan, pada Jumat (27/11).

Rencananya, duit itu akan diberikan Hutama Yonathan kepada Ajay melalui seorang perantara.

Hutama disebut mengutus salah satu staf di RSU Kasih Bunda berinisial CG untuk mengantarkan uang Rp425 juta kepada Ajay.

Ajay lalu memerintahkan orang kepercayaannya YR, untuk mengambil uang tersebut.

"Penyerahan uang akan dilakukan pada hari Jumat, 27 November 2020, sekitar jam 10.00 WIB di salah satu rumah makan di Bandung," kata Firli.

Selanjutnya, CG menemui YR dengan membawa tas plastik putih yang diduga berisi uang tunai.

Uang itu kemudian diserahkan CG kepada YR. Setelah itu sekitar pukul 10.40 WIB, tim Satgas KPK mengamankan keduanya.

Setelah mengamankan keduanya, Tim Satgas mengamankan pihak-pihak lain termasuk Ajay dan Hutama. Mereka diamankan di sejumlah tempat daerah Bandung dan Cimahi.

Dari OTT itu, KPK mengamankan barang bukti sebesar Rp425 juta.

"Dari hasil tangkap tangan ini, ditemukan uang sejumlah Rp425 juta dan dokumen keuangan dari pihak RSU KB," tuturnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan gelar perkara, KPK menetapkan dua orang sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan perizinan pembangunan RSU Kasih Bunda Cimahi.

Mereka adalah Ajay Muhammad Priatna dan Hutama Yonathan.

Ajay Priatna diduga telah menerima suap sebesar Rp 1,661 miliar dari total kesepakatan Rp 3,2 miliar. Uang sebesar Rp 1,661 miliar itu diterima Ajay Priatna dalam lima kali tahapan.

Uang itu disinyalir berkaitan dengan pembangunan penambahan Gedung RSU Kasih Bunda.

Akibat ulahnya, Ajay yang berperan sebagai penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 dan atau Pasal 12 B Undang-Undang 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Perubahan Atas UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan sebagai pemberi suap, Hutama Yonathan disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Perubahan Atas UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Sidang lanjutan, PN Depok Tolak Eksepsi Syahganda Nainggolan
Hukum

Sidang lanjutan, PN Depok To..

22 Januari 2021 01:04
Penanganan Kasus Kematian 6 Pemuda Oleh Komnas HAM Jauh Dari Harapan, TP3 Tegaskan Sikap
Hukum

Penanganan Kasus Kematian 6 ..

21 Januari 2021 19:06
Usut Mega Korupsi, Kejagung Periksa Direktur Penyertaan BPJS Ketenagakerjaan
Hukum

Usut Mega Korupsi, Kejagung ..

21 Januari 2021 18:42
KPK Tidak Mungkin Kehilangan Akal, Persoalannya Berani Atau Tidak Usut Korupsi Bansos?
Hukum

KPK Tidak Mungkin Kehilangan..

21 Januari 2021 18:05
KPK Sidik Dugaan Korupsi Terakit Pengadaan Six Roll Mill Pabrik Gula PTPN XI
Hukum

KPK Sidik Dugaan Korupsi Ter..

21 Januari 2021 17:33
Baru Diperiksa Sekali Karena Tidak Mau Buka Suara, Ini Respon Kuasa Hukum Juliari Batubara
Hukum

Baru Diperiksa Sekali Karena..

21 Januari 2021 17:01
Beberapa Perusahaan Yang Dapat Proyek Bansos Ternyata Beli Barang Ke Lucky Falian Dari PT Agri Tekh
Hukum

Beberapa Perusahaan Yang Dap..

21 Januari 2021 16:23
Rocky Gerung: 97 Persen Sosok
Hukum

Rocky Gerung: 97 Persen Soso..

21 Januari 2021 14:32