Lakukan Sejumlah Evaluasi, KPK Belum Kendor Buru Harun Masiku

KPK masih terus memburu tersangka kasus dugaan suap PAW DPR RI, Harun Masiku/RMOL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bakal terus memburu Harun Masiku, buronan kasus suap yang melibatkan eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan, dengan melakukan sejumlah evaluasi.

Harun merupakan tersangka dalam dugaan suap pengurusan pergantian antar-waktu (PAW) anggota DPR RI yang hampir setahun jadi buronan KPK.

"Kami sudah melakukan berbagai macam evaluasi, mana yang perlu ditambah, mana yang perlu kita kerjasamakan dengan instansi-instansi lain," ujar Deputi Penindakan KPK, Karyoto, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (30/10).

Karyoto menambahkan, pihaknya akan terus bekerja secara maksimal untuk menangkap para buronan agar mereka bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya. Termasuk eks caleg PDI Perjuangan itu.

"Sehingga akan memberikan kepastian tentang gerak para DPO-DPO lain ini. Mudah-mudahan dalam waktu dekat segera bisa ditangkap terhadap DPO-DPO yang lain," tegasnya.

Sekadar informasi, Tim Satgas KPK telah berhasil menangkap Hiendra Soenjoto pada Rabu kemarin (28/10). Hiendra merupakan buronan kasus dugaan suap dan gratifikasi penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA).

Hiendra dibekuk Tim Satgas KPK di salah satu apartemen di kawasan BSD, Tangerang, Banten. Sejak Februari 2020 lalu, Hiendra dinyatakan buron dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar menyatakan, sejak ditetapkan sebagai buron, Tim Satgas lembaga antirasuah terus memburu Hiendra yang merupakan penyuap eks Sekretaris MA, Nurhadi.

"Sejak ditetapkan DPO, penyidik KPK dengan dibantu Polri terus aktif melakukan pencarian terhadap DPO antara lain dengan melakukan penggeledahan rumah di berbagai tempat baik di sekitar Jakarta maupun Jawa Timur," ujar Lili dalam jumpa pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (29/10).

"Tersangka akan ditahan selama 20 hari sejak hari ini hingga 7 November 2020 di Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur," tutup Lili Pintauli Siregar.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

Paslon Cagub Sumbar Mulyadi-Ali Mukhni Dilaporkan Ke Bareskrim Polri
Hukum

Paslon Cagub Sumbar Mulyadi-..

23 November 2020 18:28
KPK Lakukan Penyidikan Dugaan Korupsi Pembangunan Stadion Mandala Krida
Hukum

KPK Lakukan Penyidikan Dugaa..

23 November 2020 15:28
KPK Beri Pendidikan Antikorupsi Kepada Sembilan Partai Politik, Fokus Bidang Pengkaderan
Hukum

KPK Beri Pendidikan Antikoru..

23 November 2020 13:01
KPK Masih Dalami Berkas Perkara Djoko Tjandra
Hukum

KPK Masih Dalami Berkas Perk..

22 November 2020 20:50
Pengungkapan Kasus Sektor Keuangan Penting Agar KPK Makin Dipercaya Publik
Hukum

Pengungkapan Kasus Sektor Ke..

20 November 2020 18:31
Kerumunan Massa Di Megamendung, Ridwan Kamil Beri Sanksi Ke Pemkab Bogor
Hukum

Kerumunan Massa Di Megamendu..

20 November 2020 18:29
Perkom 7/2020, Strategi KPK Mengakselerasi Pemberantasan Korupsi
Hukum

Perkom 7/2020, Strategi KPK ..

19 November 2020 20:20
Pimpinan KPK Akan Luruskan Informasi Miring Soal Perkom Ortaka
Hukum

Pimpinan KPK Akan Luruskan I..

19 November 2020 14:27