Menteri ATR Sofyan Djalil Digugat Terkait Kepemilikan Tanah

Sidang perdana gugatan pada Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR), Sofyan Djalil/Net

Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR), Sofyan Djalil digugat oleh Haryanti Sutanto terkait kepemilikan tanah atas nama Soeprati melalui sidang perdana yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (22/10).

Sidang perdana dengan nomor perkara 778/Pdt.G/2020/PN JKT.SEL ini pun ditunda oleh majelis hakim PN Jakarta Selatan hingga 10 November mendatang.

Kuasa hukum Haryanti Sutanto, JJ Amstrong Sembiring mengatakan, gugatan ini dilayangkan lantaran Sofyan Djalil selaku Tergugat I diduga lalai dalam melakukan pengawasan dan pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian ATR.

Hal tersebut terkait permohonan kepada Menteri ATR/BPN terkait pembatalan sertifikat No 1152 atas nama Soerjani Sutanto yang didasari putusan Mahkamah Agung (MA) di tingkat peninjauan Kembali (PK)

Penggugat ingin mengembalikan seperti semula Sertifikat Hak Milik No 1152 atas nama Soerjani Sutanto kembali ke atas nama almarhumah Soeprati berdasar putusan MA di tingkat PK Nomor 214/ 2017.

Namun, bukannya melaksanakan putusan MA, tapi Tergugat II yakni Dirjen Penanganan Masalah Agraria, Pemanfaatan Ruang dan Tanah Kementerian ATR/BPN, RB Agus Widjayanto malah mengeluarkan Surat Tanggapan No. PN.04.01/83-800/II/2020 tanggal 25 Februari 2020.

"Kami sudah berkali-kali minta audiensi tapi gagal. Ya tidak ada jalan lain, kita melakukan gugatan ke pengadilan," ujar Amstrong usai sidang.

Dia melihat, Surat Tanggapan yang dikeluarkan dari pihak BPN tidak sesuai dengan SOP dan Permen Agraria No 11 Tahun 2016 yang mengatur bahwa terhadap putusan pengadilan yang telah kekuatan hukum tetap dapat dimintakan permohonan pelaksanaan melalui Kantor Pertanahan setempat atau langsung diajukan permohonan pembatalan penetapan tanah ke kementerian.

"Sidang ini untuk menguji materi Surat Tanggapan, apakah memenuhi kriteria hukum atau nggak. Kasus hukumnya sendiri sudah berkekuatan hukum tetap, harusnya segera dilaksanakan," jelasnya.

Pengacara yang pernah lolos ujian calon pimpinan (capim) KPK ini menilai, seharusnya BPN tak mengeluarkan Surat Tanggapan, tapi harusnya Surat Balasan Permohonan.

"Disinilah kami menggugat Sofyan Djalil sebagai pengawas atas pelaksanaan tugas di Kementerian ATR yang kami duga lalai karena tidak memberikan sangsi kepada Tergugat II," kata Amstrong.

Amstrong pun berharap kasus seperti ini jangan terjadi lagi pada pihak lain.

"Mungkin banyak kasus seperti ini. Ini bisa memberikan preseden buruk," pungkasnya.

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

GPPB: Pembunuhan Di Sigi Bukti Kegagalan BNPT Halau Terorisme
Hukum

GPPB: Pembunuhan Di Sigi Buk..

30 November 2020 21:32
Hakim Ketua Sakit, Sidang Gugatan Ilham Bintang Ditunda
Hukum

Hakim Ketua Sakit, Sidang Gu..

30 November 2020 20:00
Tidak Penuhi Unsur Pelanggaran, Pakar: Amel Ketua Tim Relawan Berakar Seharusnya Dibebaskan
Hukum

Tidak Penuhi Unsur Pelanggar..

30 November 2020 19:43
Soal Pembantaian Sigi, Jokowi: Tidak Ada Tempat Di Negara Ini Untuk Terorisme
Hukum

Soal Pembantaian Sigi, Jokow..

30 November 2020 19:05
MK Tunda Seluruh Sidang Hingga 7 Desember 2020
Hukum

MK Tunda Seluruh Sidang Hing..

30 November 2020 18:05
Upaya Jaksa Agung Memiskinkan Koruptor Akan Lebih Maksimal Dengan UU TPPU
Hukum

Upaya Jaksa Agung Memiskinka..

30 November 2020 18:02
Kepentingan Penyelesaian, KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Labura Khairuddin Syah
Hukum

Kepentingan Penyelesaian, KP..

30 November 2020 16:37
Demonstran Gagak Desak KPK Periksa Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin
Hukum

Demonstran Gagak Desak KPK P..

30 November 2020 15:56