Polri: Terlalu Jauh Kaitkan Pemanggilan Soenarko Dengan Manuver KAMI

Brigjen Awi Setiyono/Net

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono mengatakan, masih terlalu jauh untuk menyimpulkan pemanggilan terhadap Mayjen (Purn) Soenarko terkait aktivitasnya dengan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

"Terlalu jauh, nanti saja, nanti kita lihat dan saya tanyakan ke penyidik," kata Awi kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (16/10).

Namun yang pasti, kata Awi, pemanggian Mayjen (Purn) Soenarko ini untuk kepastian hukum lantaran saat ini status mantan Danjen Kopassus itu sebagai tersangka terkait kepemilikan senjata api ilegal.

"Selama ini yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka sehingga pemenuhan pemberkasan perkara terkait beliau sudah terpenuhi tinggal pemeriksaan tersangka yang belum tuntas makanya dipanggil kembali yang bersangkutan pada hari ini," tandas Awi.

Namun demikian, Awi mengaku belum mendapat informasi tambahan terkait pemanggilan Soenarko dikarenakan ada temuan fakta-fakta baru.

"Kami belum update sama penyidik tapi yang jelas keterangan dari Dirtipidum untuk melengkapi berkas dan segera secepatnya akan kita limpahkan ke JPU," pungkas Awi.

Sebelumnya, kuasa hukum Soenarko Firman Nurwahyu mengatakan dirinya telah menyampaikan kepada pihak Kepolisian bahwa kliennya pasrah dengan segala tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

"Secara keseluruhan pada penyampaian kami tersebut tadi (ke Kepolisian), tidak lain adalah klien kami menyerahkan sepenuhnya atas segala tuduhan apapun baik di masa dinasnya ataupun atas semua hubungan sebab akibat yang dikait-kaitkan dengan segala kegaduhan di negeri ini," kata Firman dalam keterangan tertulis, Jumat (16/10).

Pasalnya, sambung Firman, jika persoalan kliennya tidak dituntaskan, ia khawatir setiap kegaduhan yang terjadi di Indonesia baik itu terkait dengan demontrasi omnibus law UU Cipta Kerja maupun hal yang lain selalu dikaitkan kepada kliennya

EDITOR: IDHAM ANHARI

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Bukan Cuma Polri-TNI, Penanganan Terorisme Harus Melalui Pendekatan Kolaboratif
Hukum

Bukan Cuma Polri-TNI, Penang..

31 Oktober 2020 19:50
Protes Ditanggapi Admin Telkomsel, Alvin Lie: Yang Respon Robot, Ribet!
Hukum

Protes Ditanggapi Admin Telk..

31 Oktober 2020 12:06
Mantan Menkes Siti Fadilah Supari Akhirnya Bebas Dari Penjara
Hukum

Mantan Menkes Siti Fadilah S..

31 Oktober 2020 11:42
Alvin Lie Geram Penipu Melalui SMS Dibiarkan
Hukum

Alvin Lie Geram Penipu Melal..

31 Oktober 2020 10:06
Haikal Hasan: Protes Ke Prancis Harus Sesuai Akhlak Nabi Muhammad
Hukum

Haikal Hasan: Protes Ke Pran..

30 Oktober 2020 18:55
KPK Buka Kemungkinan Jerat Eks Sekretaris MA Dengan TPPU
Hukum

KPK Buka Kemungkinan Jerat E..

30 Oktober 2020 15:34
PKPU Dikabulkan, Nasabah Desak KSP Lima Garuda Kembalikan Uang
Hukum

PKPU Dikabulkan, Nasabah Des..

30 Oktober 2020 15:02
Pembakaran Halte Sarinah Dibongkar Narasi TV, Pemprov DKI Serahkan Proses Hukum Ke Polisi
Hukum

Pembakaran Halte Sarinah Dib..

30 Oktober 2020 12:49