AJI: Walau Ganti Presiden Dan Kapolri, Kekerasan Terhadap Wartawan Tidak Pernah Terselesaikan

Abdul Manan/Repro

Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Abdul Manan pesimis kasus kekerasan terhadap wartawan yang dilakukan oleh aparat kepolisian dapat diselesaikan.

"Kalau ditanya, ragu polisi bisa selesaikan kasus ini," kata Abdul Manan dalam konferensi pers virtual, Sabtu (10/10).

Pasalnya, dia mengungkap, pada September 2019, AJI Makassar telah melaporkan tindak kekerasan terhadap tiga orang wartawan, kemudian pada Oktober di Polda Metro Jaya namun hingga kini kasus tersebut tidak ada perkembangan.

Wartawan Majalan Tempo ini mengaku tidak heran apalagi kecewa dengan sikap polisi yang demikian, karena telah menjadi persoalan klasik meskipun Presiden dan Kapolri berganti kekerasan yang dilakukan pihak kepolisian terhadap wartawan tidak ada yang terselesaikan.

"Setiap kekerasan yang dilakukan oleh kepolisian sama sekali tidak terproses hukum. Walaupun ganti Presiden dan Kapolri tetap sama," tandasnya.

Dia mengukapkan, tindak kekerasan terhadap wartawan selalu terjadi ketika merekam aksi kekerasan polisi terhadap masyarakat seperti memukuli peserta unjuk rasa. 

"Itu ketika wartawan sedang merekam aksi mereka melakukan kekerasan terhadap masyarakat, dan polisi tidak ingin diketahui. Wartawan selalu jadi korban ketika itu (merekam kekerasan mereka)," pungkas Abdul Manan.

Terbaru, beberapa wartawan mengalami tindak kekerasan pada saat melakukan tugas jurnalistik meliput aksi unjuk rasa penolakan omnibus law UU Cipta Kerja di Jakarta.

Wartawan Merahputih.com atas nama Ponco Sulaksono ditangkap aparat kepolisian saat tengah meliput aksi menolak omnibus law di kawasan Gambir, Jakarta Pusat Fotografer Suara.com, Peter Rotti dan Thohirin dari cnnindonesia.com juga mendapat tindak kekerasan aparat.

Peter Rotti diketahui tengah melakukan peliputan di daerah Thamrin. Ia merekam tindakan polisi yang diduga mengeroyok demonstrasi. Sehingga, seorang polisi yang diduga Brimob menghampiri dan meminta kamera Peter. Peter pun menolak, dan polisi tersebut lantas merampas kamera Peter.

Peter juga mendapatkan perlakukan kekerasan, seperti dipukul, ditendang oleh gerombolan Brimob. Kamera Peter pun dikembalikan, namun kartu memori penyimpanan gambar diambil oleh Brimob tersebut.
EDITOR: IDHAM ANHARI

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

KPK Sidik Kasus Dugaan Korupsi Di PT Asuransi Jasa Indonesia
Hukum

KPK Sidik Kasus Dugaan Korup..

24 November 2020 16:47
Kasus Red Notice Djoko Tjandra, Patut Diduga Dirjen Imigrasi Juga Terlibat
Hukum

Kasus Red Notice Djoko Tjand..

24 November 2020 16:19
KPK Imbau Cakada Jujur Saat Laporkan Sumbangan Dana Kampanye
Hukum

KPK Imbau Cakada Jujur Saat ..

24 November 2020 16:01
Ombudsman RI: Kasus Gagal Bayar Industri Keuangan Pangkal Masalahnya Di Pengawasan
Hukum

Ombudsman RI: Kasus Gagal Ba..

24 November 2020 14:41
Kembangkan Kasus Dugaan Suap Pengesahan RAPBD Jambi TA 2017, KPK Panggil 4 Eks Anggota DPRD
Hukum

Kembangkan Kasus Dugaan Suap..

24 November 2020 12:36
Belum Umumkan  Tersangka, KPK Panggil 9 Saksi Terkait Dugaan Korupsi Pembangunan Stadion Mandala Krida
Hukum

Belum Umumkan Tersangka, KP..

24 November 2020 11:22
Saran Pimpinan Komisi III, Selebgram Millene Cyrus Ditempatkan Di Sel Khusus
Hukum

Saran Pimpinan Komisi III, S..

24 November 2020 09:42
Kades Buronan Korupsi Hampir Rp 1 M Akhirnya Diringkus Tim Intelijen Kejaksaan
Hukum

Kades Buronan Korupsi Hampir..

24 November 2020 01:50