Maafkan Tersangka, Ahok Akhirnya Cabut Laporan Polisi Kasus Pencemaran Nama Baik

Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok/Net

Laporan polisi terkait pencemaran nama baik yang dilayangkan Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dicabut.

"Alhamdulillah hari ini kami secara resmi mencabut laporan polisi yang saya buat tanggal 17 Mei 2020,” ujar kuasa hukum Ahok, Ahmad Ramzy di depan Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Jakarta, Senin (28/9).

Ia menjelaskan, ada beberapa pertimbangan kliennya mencabut laporan terhadap kedua tersangka, yakni AS dan EJ. Dijelaskan, keduanya sudah mengakui dan menyesali perbuatan yang mereka lakukan dan berjanji tidak akan mengulangi.

Sebagai bukti kesungguhan penyesalan atas perbuatan mereka, keduanya menuliskan di media sosial masing-masing. Selain itu, pertimbangan lain kedua tersangka merupakan perempuan dan satunya berusia lanjut.

“Jadi terus yang berikutnya kedua tersangka ini perempuan dan sudah ada yang lanjut usia, makanya pertimbangan Pak Ahok untuk mencabut laporan ini,” jelas Ahmad.

Kedua tersangka juga telah menyambangi Ahok di kediamannya. Pertemuan itu membicarakan permintaan maaf mereka kepada Ahok. Dalam pertemuan tersebut, keduanya telah menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan mereka itu lagi.

“Saya pertemukan kedua tersangka di kediaman Pak Basuki. Pembicaranya mereka meminta maaf, menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi bahwa mereka terbawa dengan berita-berita ataupun komentar-komentar di media sosial sehingga mereka menuliskan kalimat-kalimat yang mencemarkan nama baik keluarga Pak Basuki Tjahaja Purnama,” ungkap Ahmad.

Untuk diketahui, pada akhir Juli 2020, penyidik Polda Metro Jaya menangkap AS di rumahnya di Denpasar, Bali. AS ditangkap karena terbukti mengunggah konten ujaran kebencian terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta itu di instagram pribadi miliknya @ito.kurnia.

Polisi juga menangkap seorang pelaku lain berinisial EJ di Medan, Sumatera Utara. EJ merupakan ketua dari kelompok Veronica Lovers yang diikuti oleh AS di WhatsApp dan Telegram. Dalam penyelidikan, EJ juga terbukti memiliki akun instagram @an7a_s679 yang sering mengunggah hinaan terhadap Ahok. Mereka saat ini dijerat dengan Pasal 27 UU ITE tentang penghinaan atau pencemaran nama baik melalui media sosial.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Bukan Cuma Polri-TNI, Penanganan Terorisme Harus Melalui Pendekatan Kolaboratif
Hukum

Bukan Cuma Polri-TNI, Penang..

31 Oktober 2020 19:50
Protes Ditanggapi Admin Telkomsel, Alvin Lie: Yang Respon Robot, Ribet!
Hukum

Protes Ditanggapi Admin Telk..

31 Oktober 2020 12:06
Mantan Menkes Siti Fadilah Supari Akhirnya Bebas Dari Penjara
Hukum

Mantan Menkes Siti Fadilah S..

31 Oktober 2020 11:42
Alvin Lie Geram Penipu Melalui SMS Dibiarkan
Hukum

Alvin Lie Geram Penipu Melal..

31 Oktober 2020 10:06
Haikal Hasan: Protes Ke Prancis Harus Sesuai Akhlak Nabi Muhammad
Hukum

Haikal Hasan: Protes Ke Pran..

30 Oktober 2020 18:55
KPK Buka Kemungkinan Jerat Eks Sekretaris MA Dengan TPPU
Hukum

KPK Buka Kemungkinan Jerat E..

30 Oktober 2020 15:34
PKPU Dikabulkan, Nasabah Desak KSP Lima Garuda Kembalikan Uang
Hukum

PKPU Dikabulkan, Nasabah Des..

30 Oktober 2020 15:02
Pembakaran Halte Sarinah Dibongkar Narasi TV, Pemprov DKI Serahkan Proses Hukum Ke Polisi
Hukum

Pembakaran Halte Sarinah Dib..

30 Oktober 2020 12:49