Kartu Kreditnya Dibobol, Anggota DPRD Medan Somasi Maybank

Anggota DPRD Kota Medan, Wong Cung Sen/RMOLSumut

Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi PDI Perjuangan, Wong Cun Sen, melayangkan somasi kepada Bank Maybank atas tagihan kartu kreditnya yang tak dilakukannya.

Melalui kuasa hukumnya Ranto Sibarani, Wong mengaku hal ini berawal pada 2 April 2020 lalu saat ia menerima telepon dari seseorang yang mengaku petugas Maybank yang mengatakan ada upaya penyadapan kartu kreditnya dan adanya kecurigaan terhadap transaksi kartu kredit Wong Cun Sen.

“Tak berapa lama klien kami menerima SMS yang menginformasikan adanya beberapa transaksi dengan nominal yang berbeda-beda,” kata Ranto.

Curiga dengan tagihan-tagihan tersebut, Wong Cun Sen kemudian menelepon Customer Care Maybank, yang kemudian diterima pihak Maybank atas nama Zaki.

“Klien kami kemudian melaporkan transaksi yang tidak pernah dilakukannya tersebut, dan saudara Zaki kemudian menyatakan akan menindaklanjuti dan memproses laporan tersebut dengan Nomor Referensi COOBPZZ. Saudara Zaki juga menginformasikan kepada klien kami bahwa bila ada tagihan atas transaksi tersebut maka klien kami harus membuat surat pernyataan sanggahan agar permasalahan tersebut dapat diselesaikan oleh Maybank sehingga klien kami tidak perlu melakukan pembayaran atas tagihan tersebut,” ungkapnya.

Namun ternyata Wong tetap mendapat surat tagihan atas transaksi yang tidak pernah dilakukannya tersebut.

“Dengan ini kami tegaskan bahwa klien kami keberatan dan tidak pernah melakukan tiga transaksi sebagaimana isi Surat dari PT Bank Maybank Indonesia Tbk tertanggal 03 Juli 2020 dengan Nomor S.2020.VII.016/DIR OPS –Customer Care. KK perihal Transaksi Kartu Kredit. Bahkan klien kami telah mengajukan Surat Pernyataan Sanggahan Transaksi tertanggal 29 April 2020 ke PT Bank Maybank Indonesia Tbk,” ujar Ranto di kantornya, dikutip Kantor Berita RMOL Sumut.

Ranto menambahkan, pihaknya akan melakukan langkah hukum jika kliennya terus menerus ditagih atas transaksi yang tidak dilakukannya tersebut.

Atas tagihan transaksi yang tidak dilakukan oleh kliennya tersebut, Ranto Sibarani telah mengirimkan somasi kepada PT Bank Maybank Indonesia di Jakarta dengan tuntutan antara lain agar PT Maybank menghentikan tagihan-tagihan atas transaksi yang tidak dilakukan kliennya.

“Pihak Maybank kami minta melakukan isi somasi kami tersebut, karena itu menyangkut jaminan perlindungan nasabah bank. Bukan hanya untuk klien kami, namun semua nasabah bank harus mendapat perlindungan dari peretas yang kami curigai bekerja sama dengan orang dalam,” pungkasnya.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Diperiksa 2,5 Jam, Daning Saraswati Kembali Bungkam Pada Wartawan
Hukum

Diperiksa 2,5 Jam, Daning Sa..

01 Maret 2021 13:45
Mantan Caleg Gerindra Diperiksa KPK Jadi Saksi Kasus Benur Edhy Prabowo
Hukum

Mantan Caleg Gerindra Diperi..

01 Maret 2021 11:43
KPK: Daning Saraswati Dipanggil Jadi Saksi Kasus Bansos Untuk Matheus Joko Santoso
Hukum

KPK: Daning Saraswati Dipang..

01 Maret 2021 11:23
Kembali Sambangi Gedung KPK, Untuk Keempat Kalinya Daning Saraswati Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Bansos?
Hukum

Kembali Sambangi Gedung KPK,..

01 Maret 2021 11:11
Gerbang Indonesia Timur, KPK Diminta Periksa Seluruh Proyek Di Sulsel
Hukum

Gerbang Indonesia Timur, KPK..

01 Maret 2021 02:53
Akan Hadiri Pemakaman Artidjo, Firli Bahuri: Lokasinya Masih Menunggu Keputusan Keluarga
Hukum

Akan Hadiri Pemakaman Artidj..

28 Februari 2021 19:00
Haris Azhar: Negara Harus Beri Perhatian Khusus Terhadap Kelompok Mafia Tanah
Hukum

Haris Azhar: Negara Harus Be..

28 Februari 2021 17:54
Artidjo Di Mata KPK: Tokoh Hukum Nasional Yang Penuh Integritas
Hukum

Artidjo Di Mata KPK: Tokoh H..

28 Februari 2021 15:50