Akui Ditunjuk Jadi Kuasa Hukum Djoko Tjandra, Otto: Dalam Putusan Tidak Ada Kata Penahanan

Djoko Tjandra/Net

Pengacara kondang Otto Hasibuan mengaku telah ditunjuk oleh pihak keluarga Djoko Tjandra untuk menjadi penasihat hukum bagi terpidana kasus hak tagih Bank Bali itu.

“Saya diminta oleh keluarga untuk membantu Djoko Tjandra, tapi saya sendiri kan tentu belum bisa memutuskan, kecuali saya bertemu dengan Djoko Tjandra,” kata Otto di Bareskrim Polri, Sabtu (1/8).

Namun, sambung Otto, karena hari libur dirinya belum bisa menemui Djoko Tjandra yang mulai Jumat malam (31/7) resmi ditahan di Rutan Salemba cabang Bareskrim Polri.

Kedatangan Otto ini untuk memastikan apakah Djoko Tjandra masih terikat dengan kuasa hukum lain dalam menangani kasusnya atau tidak.

“Saya harus tentukan sikap. Tanyakan beliau ada pengacara apa tidak. Kode etik. Ada rekan kuasa hukum untuk yang lain. Tapi ini kasus yang baru. Sebagai lawyer harus klarifikasi itu," katanya.

"Enggak boleh tangani perkara kalau dia masih terikat pengaca yang lain. Kalau mau, putus hubungan yang lain. Saya harus anjurkan Djoko selesaikan kewajiban dengan lawyer yang lain,” imbuhnya.

Kemudian, salah satu tim kuasa hukum Mirna Salihin dalam kasus Kopi Sianida itu menjabarkan pendapat hukumnya terhadap eksekusi Jaksa terhadap Djoko Tjandra.

Menurut Otto, ia berencana untuk mengklarifikasi kepada Jaksa Agung perihal putusan hukum yang dijadikan pijakan sehingga menjadi dasar untuk mengeksekusi Djoko Tjandra.

“Kita ingin tanya ke Jaksa Agung. Yang dieksekusi apa. Putusan yang mana. Karena saya baca putusan Djoko tidak ada perintah untuk di tahan. Isinya hanya salah satu, hukum dia 2 tahun penjara. Bayar sejumlah uang. Tapi di dalam KUHAP, harus ada kata kata perintah ditahan. Tapi kata kata perintah ditahan ini enggak ada,” urai Otto.

Jika demikian, sambung Otto, maka menurut KUHAP putusan tersebut batal demi hukum. Untuk itu pentingnya klarifikasi terhadap Jaksa Agung.

Namun, Otto menegaskan tidak mau berbicara lebih jauh sebelum dirinya bertemu langsung dengan Djoko Tjandra dan melihat utur berita acara serah terima Bareskrim Polri kepada pihak Kejaksaan pada Jumat malam.

“Karena pastikah kalau eksekusi pasti ada kata-kata eksekusi itu amar nomor berapa. Jadi akan klarifikasi dulu ke Djoko. Sebab kalau enggak ada kata kata perintah untuk di tahan. Jadi selama ini dia tidak buron. Dia pergi kemana aja bebas. Itu dilema hukumnya,” demikian Otto.

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Diperiksa 2,5 Jam, Daning Saraswati Kembali Bungkam Pada Wartawan
Hukum

Diperiksa 2,5 Jam, Daning Sa..

01 Maret 2021 13:45
Mantan Caleg Gerindra Diperiksa KPK Jadi Saksi Kasus Benur Edhy Prabowo
Hukum

Mantan Caleg Gerindra Diperi..

01 Maret 2021 11:43
KPK: Daning Saraswati Dipanggil Jadi Saksi Kasus Bansos Untuk Matheus Joko Santoso
Hukum

KPK: Daning Saraswati Dipang..

01 Maret 2021 11:23
Kembali Sambangi Gedung KPK, Untuk Keempat Kalinya Daning Saraswati Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Bansos?
Hukum

Kembali Sambangi Gedung KPK,..

01 Maret 2021 11:11
Gerbang Indonesia Timur, KPK Diminta Periksa Seluruh Proyek Di Sulsel
Hukum

Gerbang Indonesia Timur, KPK..

01 Maret 2021 02:53
Akan Hadiri Pemakaman Artidjo, Firli Bahuri: Lokasinya Masih Menunggu Keputusan Keluarga
Hukum

Akan Hadiri Pemakaman Artidj..

28 Februari 2021 19:00
Haris Azhar: Negara Harus Beri Perhatian Khusus Terhadap Kelompok Mafia Tanah
Hukum

Haris Azhar: Negara Harus Be..

28 Februari 2021 17:54
Artidjo Di Mata KPK: Tokoh Hukum Nasional Yang Penuh Integritas
Hukum

Artidjo Di Mata KPK: Tokoh H..

28 Februari 2021 15:50