Saat Tangkap Eks Sekretaris MA Nurhadi Dan Menantunya, KPK Juga Amankan 3 Mobil Mewah Dan Uang

Mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi/Net

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan beberapa barang bukti saat menangkap mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono pada Senin malam (1/6).

Nurhadi dan menantunya ditangkap di sebuah rumah di Jalan Simprug Golf 17 No. 1 Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri mengatakan, dari penangkapan kedua tersangka tersebut KPK juga mengamankan beberapa barang bukti.

Diantaranya tiga unit kendaraan mobil mewah, sejumlah uang dan dokumen serta barang bukti elektronik lainnya.

"Saat penangkapan kedua tersangka kemarin, turut pula dibawa 3 unit kendaraan mobil mewah, sejumlah uang dan dokumen serta barang bukti elektronik," ucap Ali Fikri kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (3/5).

Namun demikian kata Ali, penyidik masih melakukan analis keterkaitan barang-barang yang diamankan dari para tersangka.

"Proses berikutnya penyidik akan menganalisa keterkaitan barang-barang tersebut dengan para tersangka, untuk kemudian dilakukan langkah hukum berikutnya," kata Ali.

Bahkan kata Ali, penyidik hingga saat ini masih mendalami kepemilikan tiga unit mobil mewah tersebut serta rumah mewah yang dijadikan lokasi persembunyian kedua tersangka.

"Mengenai kepemilikan kendaraan tersebut maupun rumah tempat persembunyian para DPO, penyidik akan melakukan pendalaman lebih lanjut," pungkas Ali.

Diketahui, Nurhadi dan Rezky ditangkap pada Senin (1/6) sekitar pukul 21.30 WIB setelah buron sejak 13 Februari 2020.

Nurhadi dan Rezky merupakan tersangka dugaan suap terkait pengurusan perkara di MA sejak 2011-2016 bersama tersangka lainnya yakni Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MT), Hiendra Soenjoto (HS).

Kedua tersangka diduga menerima hadiah atau janji terkait dengan pengurusan perkara perdata PT MIT sebesar Rp 14 miliar, perkara perdata sengketa di PT MIT sebesar Rp 33,1 miliar dan gratifikasi terkait perkara di pengadilan kurang lebih Rp 12,9 miliar.

Sehingga akumulasi yang diduga diterima kedua tersangka sebesar Rp 46 miliar.

Dengan demikian, Nurhadi dan Rezky disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 5 Ayat 2 subsider Pasal 11 dan atau Pasal 12B UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 KUHP.

Kolom Komentar


Video

#KamiMasihAda Pemkot Fasilitasi Launching Album 30 Musisi Semarang

Kamis, 24 September 2020
Video

Tanya Jawab Cak Ulung - Ancaman dan Peluang Pilkada

Kamis, 24 September 2020

Artikel Lainnya

Perusahaan BUMN Dalam Korupsi Proyek Jembatan Di Kabupaten Kampar Rugikan Keuangan Negara Rp 50 M
Hukum

Perusahaan BUMN Dalam Korups..

30 September 2020 03:27
Hary Prasetyo Akui Ada Praktek Window Dressing Laporan Keuangan Jiwasraya
Hukum

Hary Prasetyo Akui Ada Prakt..

29 September 2020 23:28
KPK Kembali Perpanjang Masa Tahanan 6 Tersangka Suap APBD Jambi
Hukum

KPK Kembali Perpanjang Masa ..

29 September 2020 21:46
Kasus Korupsi Proyek Jembatan Di Kampar Riau Terungkap, KPK Tahan Dua Tersangka
Hukum

Kasus Korupsi Proyek Jembata..

29 September 2020 19:22
Berkas Lengkap, Eks Sekretaris MA Nurhadi Dan Menantunya Diserahkan Ke JPU KPK
Hukum

Berkas Lengkap, Eks Sekretar..

29 September 2020 18:13
Jampidsus Persilakan JPU Dan Hakim Panggil ST Burhanuddin Dan Hatta Ali
Hukum

Jampidsus Persilakan JPU Dan..

29 September 2020 09:59
Bupati Kutim Ismunandar Dkk Tetap Ditahan Di Rutan KPK Hingga 30 Hari Ke Depan
Hukum

Bupati Kutim Ismunandar Dkk ..

29 September 2020 02:35
Maafkan Tersangka, Ahok Akhirnya Cabut Laporan Polisi Kasus Pencemaran Nama Baik
Hukum

Maafkan Tersangka, Ahok Akhi..

28 September 2020 22:20