KPK Kembali Perpanjang Penahanan Wahyu Setiawan Dan Agustiani Tio Fridelina

Tersangka suap KPU, Wahyu Setiawan (rompi oranye)/RMOL

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memperpanjang massa penahanan terhadap dua tersangka kasus dugaan suap terkait pergantian anggota DPR RI terpilih 2019-2024.

Kedua tersangka yang diperpanjang massa penahanannya ialah Wahyu Setiawan dan Agustiani Tio Fridelina.

"Penyidik memperpanjang masa penahanan tersangka WS (Wahyu Setiawan) dan tersangka ATF (Agustiani Tio Fridelina) untuk 30 hari berdasarkan Penetapan PN Jakarta Pusat yang kedua," ucap Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (6/4).

Perpanjangan massa penahanan tersebut mulai berlaku pada Rabu (8/4) hingga 7 Mei 2020.

"Penyidik juga melanjutkan pemeriksaan kepada tersangka WS dan tersangka ATF terkait dengan rangkaian perbuatan penerimaan uang yang diterima dari Saiful Bahri dan tersangka HM (Harun Masiku)," pungkas Ali.

Diketahui, dalam kasus ini KPK menetapkan empat orang tersangka pada Kamis (9/1). Yakni Komisioner KPU Wahyu Setiawan; mantan anggota Bawaslu RI, Agustiani Tio Fridelina; mantan Caleg Dapil Sumsel 1 PDIP Harun Masiku dan kader PDIP Saeful Bahri.

Untuk Saeful Bahri telah menjalani persidangan dakwaan yang dilaksanakan pada Kamis (2/4) kemarin sebagai pihak yang memberikan uang suap.

Saeful Bahri didakwa bersama-sama Harun Masiku memberikan suap sebesar Rp 600 juta kepada Wahyu Setiawan bersama-sama Agustiani Tio Fridelina.

Saeful Bahri sendiri didakwa telah melanggar Pasal 5 Ayat 1 huruf a UU RI 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI 20/2001 tentang Perubahan atas UU RI 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHP Juncto Pasal 64 Ayat 1 KUHP," jelas Jaksa Takdir.

Selain itu, Saeful Bahri juga didakwa dengan Pasal 13 UU 31/1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Perubahan atas UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHP Juncto Pasal 64 Ayat 1 KUHP.

Kolom Komentar


Video

Viral Tenaga Medis Keluar Dengan APD Lengkap Sambil Teriak "Kami Capek, Kami Capek"

Jumat, 22 Mei 2020
Video

Habib Umar Assegaf dan Satpol PP Asmadi Saling Memaafkan

Sabtu, 23 Mei 2020
Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Pesawat Pakistan di Pemukiman Padat Penduduk

Sabtu, 23 Mei 2020

Artikel Lainnya

SK Walikota Dibatalkan PTUN, Jabatan 3 Direksi PD Pasar Kota Medan Harus Dikembalikan
Hukum

SK Walikota Dibatalkan PTUN,..

25 Mei 2020 15:39
Dianggap Berkelakuan Baik, Gayus Tambunan Dan Abu Bakar Ba'asyir Dapat Remisi Khusus Lebaran Idulfitri
Hukum

Dianggap Berkelakuan Baik, G..

25 Mei 2020 15:09
Arief Poyuono: Pengalaman Siti Fadilah Dapat Digunakan Dalam Perang Melawan Covid-19, Jangan Kembalikan Ke Penjara
Hukum

Arief Poyuono: Pengalaman Si..

25 Mei 2020 11:55
UNJ Angkat Bicara Mengenai OTT KPK Di Kemendikbud
Hukum

UNJ Angkat Bicara Mengenai O..

24 Mei 2020 22:38
Ditahan Di Nusakambangan, Rambut Gondrong Habib Bahar Dipangkas
Hukum

Ditahan Di Nusakambangan, Ra..

24 Mei 2020 20:27
Dari Nusakambangan, Bahar Bin Smith: Saya Diperlakukan Baik Dan Lembut, Tidak Benar Bonyok-bonyok
Hukum

Dari Nusakambangan, Bahar Bi..

24 Mei 2020 18:11
KPK Serahkan OTT Kemendikbud Ke Pihak Kepolisian
Hukum

KPK Serahkan OTT Kemendikbud..

22 Mei 2020 02:23
KPK OTT Kemendikbud, Amankan Pegawai UNJ Dan Barbuk 1.200 Dolar AS
Hukum

KPK OTT Kemendikbud, Amankan..

22 Mei 2020 01:54