Kuasa Hukum: Wahyu Setiawan Dipaksa Agustiani Tio Fredelina Untuk Terima Uang 15 Ribu Dolar Singapura

Wahyu Setiawan/Net

Kuasa hukum tersangka Wahyu Setiawan, Tony Akbar Hasibuan mengungkapkan bahwa kliennya dipaksa oleh tersangka Agustiani Tio Fredelina untuk menerima uang senilai 15 ribu dolar Singapura.

Menurut Tony, uang tersebut yang diterima Wahyu Setiawan dari Agustiani yang diserahkan di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan.

"Uang yang diterima (Wahyu Setiawan) di Pejaten Village sebesar 15 ribu dolar Singapura, itu uang yang dianggap Rp 200 juta oleh KPK waktu konpres penetapan tersangka," ucap Tony Akbar Hasibuan kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat malam (14/2).

Padahal kata Tony, jika dikonversikan ke rupiah, total yang diterima Wahyu hanyalah sebesar Rp 185 juta.

Namun, terkait uang yang diterima Wahyu kata Tony, kliennya menganggap uang tersebut dipinjam lantaran Agustiani yang terus memaksa Wahyu untuk menerima uang tersebut walaupun terus ditolak oleh Wahyu.

"Jadi duit ini yang ketemu di Pejaten Village itu, duit itu sebenarnya mau dikasih ke Pak WS (Wahyu Setiawan) lebih dari 15 ribu dolar Singapura tapi dia (Wahyu) tolak. Tapi dipaksa terus suruh ambil, akhirnya Pak WS bilang ya sudah saya ambil tapi saya pinjam. Begitu bahasanya Pak WS. Jadi 15 ribu dolar Singapura itu lah yang diambil dari Tio (Agustiani Tio Fredelina)," jelasnya.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan empat orang tersangka yakni Komisioner KPU Wahyu Setiawan, politisi PDIP Harun Masiku, mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina dan Saeful Bahri.

Keempatnya ditetapkan tersangka usai KPK melakukan OTT kepada Wahyu pada Rabu (8/1) kemarin. Dimana, Wahyu dan Agustiani disebut sebagai pihak penerima suap, sedangkan Harun dan Saeful disebut sebagai pihak pemberi suap.

Pemberian suap tersebut berkaitan dengan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI 2019-2024. Dimana, DPP PDIP berusaha agar Harun Masiku menduduki jabatan di DPR RI Dapil I Sumatera Selatan menggantikan posisi Riezky Aprilia yang tepat ditetapkan oleh KPU menggantikan posisi Nazaruddin Kiemas yang meninggal dunia.

Wahyu Setiawan disebut telah menerima uang suap senilai Rp 200 juta dari Agustiani yang merupakan orang dekat Wahyu. Agustiani pun mendapatkan uang tersebut dari salah satu sumber dana yang masih didalami oleh penyidik KPK pada pertengahan Desember 2019.

Selanjutnya pada akhir Desember 2019, Harun memberikan uang kepada Saeful senilai Rp 850 juta melalui salah seorang staf di DPP PDIP. Saeful kemudian memberikan uang Rp 150 juta kepada Doni. Sisanya, Rp 700 juta yang masih di Saeful dibagi menjadi Rp 450 juta kepada Agustiani dan Rp 250 juta untuk operasional.

Uang Rp 450 juta yang diterima Agustiani selanjutnya akan diberikan kepada Wahyu sebesar Rp 400 juta. Namun, uang tersebut masih disimpan Agustiani saat terjadinya penangkapan oleh penyelidik KPK.

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

Pak Mahfud, Laporan Terhadap Immanual Ebenezer Kok Mandek, Orangnya Sudah Jadi Komisaris
Hukum

Pak Mahfud, Laporan Terhadap..

19 September 2020 11:50
Akbar Faizal: Kebakaran Kejagung Serangan Langsung Terhadap Negara, Presiden Harus Ambil Langkah Serius
Hukum

Akbar Faizal: Kebakaran Keja..

18 September 2020 19:30
Jokowi Tidak Bisa Intervensi Penegak Hukum, Tapi Bisa Copot Kapolri Dan Jaksa Agung
Hukum

Jokowi Tidak Bisa Intervensi..

18 September 2020 19:11
Andi Irfan Jaya Diperiksa Kejagung Usai Ditetapkan Tersangka Kasus Djoko Tjandra
Hukum

Andi Irfan Jaya Diperiksa Ke..

18 September 2020 15:32
Penahanan 5 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Proyek Fiktif Di PT Waskita Karya Diperpanjang 30 Hari
Hukum

Penahanan 5 Tersangka Kasus ..

18 September 2020 15:30
Serius Usut Perkara Djoko Tjandra Dan Jaksa Pinangki, KPK Dalami Bukti Dari MAKI
Hukum

Serius Usut Perkara Djoko Tj..

18 September 2020 15:12
KPK Cecar 7 Perwakilan PT Waskita Karya Soal Aliran Uang Dalam Kasus Korupsi Subkontraktor Fiktif
Hukum

KPK Cecar 7 Perwakilan PT Wa..

18 September 2020 10:53
Pasca Dikembalikan, Bareskrim Limpahkan Berkas Perkara Surat Jalan Palsu Djoko Tjandra Ke JPU
Hukum

Pasca Dikembalikan, Bareskri..

17 September 2020 23:45