KAKI Desak KPK Ambil Alih Kasus Cessie Yang Libatkan Suzanna Tanoyo

Kamis, 06 Februari 2020, 07:38 WIB
Laporan: Widian Vebriyanto

Gedung KPK/RMOL

Kasus dugaan korupsi penjualan hak tagih utang (cessie) PT Adyesta Ciptatama (AC) di Bank BTN pada Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) kepada PT Victoria Securities Internasional Corporation (VSIC) sudah hampir empat tahun mangkrak di Kejaksaan Agung.

Padahal dalam kasus ini, Kejagung sudah menetapkan sebanyak tiga orang sebagai tersangka dan semuanya ada di Indonesia.

“Sampai hari ini, tersangka semua ada di Indonesia dan sedang pada ongkang-ongkang kaki. Disinyalir mereka malah jadi ATM oknum oknum jaksa di Kejaksaan Agung agar kasus mereka tidak dinaikan ke pengadilan,” duga Ketua Umum Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Arifin Nurcahyono kepada wartawan, Kamis (6/2).

Ketiga tersangka yang dimaksud Arifin Nurcahyono adalah mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Temenggung, mantan analis kredit BPPN Haryanto Tanudjaja, dan pengurus PT Victoria Sekuritas Indonesia (VSI) Suzanna Tanojo.

Arifin Nurcahyono mendesak Kejagung untuk segera menyelesaikan kasus ini. Termasuk menelusuri dugaan keterlibatan pemilik Panin Bank, Mukmin Ali Gunawan yang sempat dicekal.

Jika dalam waktu sebulan ST Burhanuddin cs tidak bisa mengungkap kasus ini, maka Arifin Nurcahyono mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan mengambil alih

“Jika KPK mengambil alih kasus ini pasti semua bisa segera terang benderang,” tutupnya.

Kolom Komentar


Video

Gunung Merapi Meletus, Magelang Diguyur Hujan Abu

Jumat, 27 Maret 2020
Video

JAJANG C. NOER : Ketika Ayah | Puisi Hari Ini

Jumat, 27 Maret 2020