Delapan Pembobol Rekening Ditangkap, Ilham Bintang Apresiasi Kinerja Polri

Rabu, 05 Februari 2020, 22:18 WIB
Laporan: Ahmad Kiflan Wakik

Ilham Bintang/Net

Jajaran Polda Metro Jaya berhasil mengungkap sekaligus menangkap delapan orang pelaku pembobolan rekening bank wartawan senior Ilham Bintang dalam kurun waktu kurang dari satu bulan atau tepatnya 18 hari sejak kasus itu dilaporkan.

Sebagai korban kejahatan, Ilham Bintang pun mengapresiasi gerak cepat dari Polda Metro Jaya yang berhasil mengungkap kasus yang menimpanya itu.

"Dalam waktu relatif tidak terlalu lama, anggota Polri bukan hanya berhasil membekuk komplotan pelaku kejahatan telekomunikasi dan perbankan secara fisik, tetapi juga menemukan akar masalah modus kejahatan sindikat pelaku," ujar Ilham Bintang kepada wartawan, Rabu (5/2).

Ilham Bintang menyebut dirinya bukanlah satu-satunya korban kejahatan siber itu. Sudah ada ribuan warga masyarakat telah menjadi korban kejahatan yang kerugian materiilnya mencapai ratusan miliar rupiah.

"Kejahatan itu  sudah berlangsung lama, dan pelakunya amat licin mamanfaatkan kejahatan siber ini. Ini semacam virus Corona dalam sistem telekomunikasi kita. Korban tak berdaya melawan. Secara fisik sulit diidentifikasi pelakunya," jelasnya.

Satu catatan penting dari kasusnya itu, kata dia, industri perbankan dan provider seluler yang berperan andil harus segera berbenah diri dalam hal pengamanan data nasabah.

Bukan tanpa alasan, kejadian itu bermula dari transaksi data perbankan Ilham Bintang yang kemudian pelaku dengan mudah menduplikasi kartu seluler miliknya.

"Boleh dikatakan perangkat perlindungannya kepada pelanggan dan nasabah tertinggal jauh oleh modus kejahatan yang digunakan oleh pelaku," pungkasnya.

Jajaran Polda Metro Jaya berhasil menangkap delapan orang pelaku yang melakukan pembobolan rekening milik Ilham Bintang. Kedepalan orang yang ditangkap ini memiliki peran berbeda-beda.

Mereka berhasil menggasak uang milik Ilham yang disimpan di bank Commenwealth dan BNI karena mendapat data Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang berisikan data pribadi seperti, nomor telepon, NIK, hingga batas limit kartu kredit.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, para pelaku ini merupakan sindikat penipuan secara online asal Palembang, Sumatera Selatan.

"Ini sindikat Palembang, polisi sudah menangani empat kasus serupa terhadap sindikat ini," ujar Yusri saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (5/2).  

Kedelapan tersangka pembajak dan pembobol itu adalah: Desar alias Erwin (warga Tulung Selapan, Sumatera Selatan); Toti Rosmiwati (warga Cipayung, Depok); Wasno (warga Pesanggrahan, Jakarta Selatan); Arman Yuniarto (warga Pesanggrahan, Jakarta Selatan). Jati Waluyo (warga Cileduk, Tangerang); Hendri Budi Kusumo (warga Bojong Gede, Bogor); Rifan Adam Pratama (warga Kemayoran, Jakarta Pusat); dan Heni Nur Rahmawati (warga Tambun Utara, Bekasi).

Kolom Komentar


Video

Gunung Merapi Meletus, Magelang Diguyur Hujan Abu

Jumat, 27 Maret 2020
Video

JAJANG C. NOER : Ketika Ayah | Puisi Hari Ini

Jumat, 27 Maret 2020