Kisah Petani Cabe Ala Benny Tjokro, Curahan Hati Tersangka Kasus Korupsi Jiwasraya

ILustrasi Perusahaan PT Hanson International/Net

Direktur Utama PT Hanson International Benny Tjokrosaputro menuliskan isi hatinya dalam secarik kertas. Ini adalah tulisannya yang kedua, berupa selembar surat yang berisi kisah inspiratif.

Beberapa waktu lalu tersangka kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya ini juga menuliskan jeritan hatinya, yang kemudian surat itu diberikannya kepada wartawan. Cara Direktur Utama PT Hanson International ini terbilang unik.

Sebagai tersangka, ia tak bisa bebas menyuarakan isi hatinya kepada publik. Dengan cara menulis surat Benny bisa menuangkan apa yang ada di dalam pikirannya.

Dalam suratnya yang pertama, Benny menyebut ada 8000 pemegang saham pada PT Jiwasraya. Ia mengeluhkan mengapa hanya PT Hanson yang dijadikan tersangka. Ia merasa ketidakadilan.

Dalam suratnya yang kedua ini, Benny bukan lagi menguraikan kekecewaannya melainkan mengajak pembacanya menyimak sebuah kisah inspiratif. Surat ini ia tulis dari dalam penjara dan diserahkan kepada pengacaranya, Bob Hasan.

Kisah Petani Cabe :

"Ada seorang petani cabe yang sangat rajin. Seluruh desa ikut bekerja dengan petani tersebut, bahkan sawah-sawah penduduk disewakan ke petani tersebut.

Pada suatu hari, ada pedagang besar memborong cabe dari di petani, kemudian dikirim atau didistribusikan ke pasar-pasar miliknya. Tiba-tiba ada banjir besar. Cabe dan dagangan lain milik si pedagang tidak ada pembeli/tidak laku. Bahkan beberapa hari kemudian cabe tersebut busuk karena terendam air.

Pedagang tersebut kemudian merencanakan menangkap si petani dengan alat bukti cabe busuk, bahkan juga meneror keluarganya dan penduduk desa yang ikut kerja, serta menyita sawah-sawah milik penduduk desa tersebut. Ini terjadi karena pedagang tersebut sangat berkuasa.

Saya percaya penguasa dan penegak hukum di negara ini merupakan wakil Tuhan tidak akan membenarkan perbuatan si pedagang."

Benny Tjokro seperti ingin menyampaikan, seharusnya Kejagung menelusuri dari mana Jiwasraya membeli saham Hanson, yang akhirnya membuat rugi.

Dia terlihat nampak kecewa, seperti yang disampaikan pengacaranya, “Itu sesuatu yang memang dialami oleh Pak Benny (dikorbankan),” dalam keterangan kepada media, Senin (3/2).

Kekecawaan Benny bertambah. Kemarin, Senin (3/2), Kejaksaan Agung (Kejagung) memperpanjang masa penahanannya, juga masa penahanan lima tersangka kasus dugaan korupsi ini, karena berkas perkara belum lengkap.

"Seharusnya masa penahanan para tersangka kasus Jiwasraya selama 20 hari sudah habis. Namun kemudian diperpanjang selama selama 40 hari ke depan mulai Senin (3/2),"  kata Kapuspenkum Kejaksaan Agung Hari Setiyono di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

#KamiMasihAda Pemkot Fasilitasi Launching Album 30 Musisi Semarang

Kamis, 24 September 2020
Video

Tanya Jawab Cak Ulung - Ancaman dan Peluang Pilkada

Kamis, 24 September 2020

Artikel Lainnya

Perusahaan BUMN Dalam Korupsi Proyek Jembatan Di Kabupaten Kampar Rugikan Keuangan Negara Rp 50 M
Hukum

Perusahaan BUMN Dalam Korups..

30 September 2020 03:27
Hary Prasetyo Akui Ada Praktek Window Dressing Laporan Keuangan Jiwasraya
Hukum

Hary Prasetyo Akui Ada Prakt..

29 September 2020 23:28
KPK Kembali Perpanjang Masa Tahanan 6 Tersangka Suap APBD Jambi
Hukum

KPK Kembali Perpanjang Masa ..

29 September 2020 21:46
Kasus Korupsi Proyek Jembatan Di Kampar Riau Terungkap, KPK Tahan Dua Tersangka
Hukum

Kasus Korupsi Proyek Jembata..

29 September 2020 19:22
Berkas Lengkap, Eks Sekretaris MA Nurhadi Dan Menantunya Diserahkan Ke JPU KPK
Hukum

Berkas Lengkap, Eks Sekretar..

29 September 2020 18:13
Jampidsus Persilakan JPU Dan Hakim Panggil ST Burhanuddin Dan Hatta Ali
Hukum

Jampidsus Persilakan JPU Dan..

29 September 2020 09:59
Bupati Kutim Ismunandar Dkk Tetap Ditahan Di Rutan KPK Hingga 30 Hari Ke Depan
Hukum

Bupati Kutim Ismunandar Dkk ..

29 September 2020 02:35
Maafkan Tersangka, Ahok Akhirnya Cabut Laporan Polisi Kasus Pencemaran Nama Baik
Hukum

Maafkan Tersangka, Ahok Akhi..

28 September 2020 22:20