Ada 8.000 Pemegang Saham, Kenapa Hanya Hanson Yang Ditangkap, Pak?

Ilustrasi, Perusahaan PT Hanson dalam Rapat Pemegang Saham

Direktur Utama PT Hanson International (MYRX) Tbk Benny Tjokrosaputro akhirnya buka suara. Lewat secarik kertas ia mengutarakan kekecewaannya terhadap kinerja aparat. Isi surat itu sudah tersebar ke banyak media sejak Jumat malam. Benny mempertanyakan mengapa hanya dirinya yang disangkakan terlibat dalam kasus Jiwasraya. Ia merasa dirinya dikorbankan dalam kasus tersebut.

Terkait isi hati Benny Tjokro, pengacara membenarkan apa yang dirasakan kliennya itu.

“Itu sesuatu yang memang dialami oleh Pak Benny (dikorbankan),” kata pengacara Benny Tjokro, Bob Hasan, Minggu (2/2), seperti yang dituliskan Kontan.

Sebelumnya, Kantor Berita Politik RMOL menuliskan, tersangka kasus Jiwasraya, Benny Tjokro, melayangkan kekecewaannya melalui secarik surat yang diberikannya kepada wartawan usai diperiksa penyidik Kejagung di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

"Itu aja (melalui surat)," ujar Benny sembari menyuruh wartawan membaca secarik surat tersebut, Sabtu (1/2) dini hari.  

Dalam surat tersebut, Benny menguraikan ada puluhan manajer investasi, berarti ada puluhan atau ratusan jenis saham yang membuat rugi.

“Tapi, kenapa tidak semua ditangkap? Kenapa cuma Hanson,” protes Benny dalam surat tersebut.  

Benny juga mempertanyakan pihak-pihak yang membeli saham Hanson International dalam investasi Asuransi Jiwasraya.

“Saham Hanson yang ada di dalam manajer investasi milik Jiwasraya dibeli dari siapa? Mudah kok dicari kalau ketemu penjualannya, jadi jelas. Ingat loh, MYRX itu perusahaan terbuka (Tbk), jadi ada lebih dari 8.000 pemegang saham,” tulisnya.
Pengacara Benny yang lain, Muchtar Arifin, juga berkali-kali menyampaikan keheranannya atas penetapan kliennya tersebut.
 
"Kalau klien saya sebatas dia punya perusahaan PT Hanson International Tbk, dan mengeluarkan MTN Rp 680 miliar 2015, dan di 2016 sudah diselesaikan. Jadi tidak ada sangkut paut apa-apa lagi," ujar Muchtar.

Menurut Muchtar, kliennya tidak terlibat dengan skandal Jiwasraya. Benny hanya sebatas pemilik perusahaan Hanson, dimana perusahaan tersebut pernah menerbitkan medium term notes (MTN) senilai Rp 680 miliar pada 2015.

Anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron meminta pihak terkait menelusuri tulisan tersangka kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya yakni Benny Tjokrosaputro (Bentjok) tersebut. Kepada media ia menyampaikan hal ini harus segera diusut.

"Tulisan Pak Benny Tjokro juga ditelusuri. Dia bilang 'kenapa harus saya saja, mana yang lain?' Ini harus ditelusuri," ujarnya, di Jakarta, Minggu (2/2).
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

#KamiMasihAda Pemkot Fasilitasi Launching Album 30 Musisi Semarang

Kamis, 24 September 2020
Video

Tanya Jawab Cak Ulung - Ancaman dan Peluang Pilkada

Kamis, 24 September 2020

Artikel Lainnya

Perusahaan BUMN Dalam Korupsi Proyek Jembatan Di Kabupaten Kampar Rugikan Keuangan Negara Rp 50 M
Hukum

Perusahaan BUMN Dalam Korups..

30 September 2020 03:27
Hary Prasetyo Akui Ada Praktek Window Dressing Laporan Keuangan Jiwasraya
Hukum

Hary Prasetyo Akui Ada Prakt..

29 September 2020 23:28
KPK Kembali Perpanjang Masa Tahanan 6 Tersangka Suap APBD Jambi
Hukum

KPK Kembali Perpanjang Masa ..

29 September 2020 21:46
Kasus Korupsi Proyek Jembatan Di Kampar Riau Terungkap, KPK Tahan Dua Tersangka
Hukum

Kasus Korupsi Proyek Jembata..

29 September 2020 19:22
Berkas Lengkap, Eks Sekretaris MA Nurhadi Dan Menantunya Diserahkan Ke JPU KPK
Hukum

Berkas Lengkap, Eks Sekretar..

29 September 2020 18:13
Jampidsus Persilakan JPU Dan Hakim Panggil ST Burhanuddin Dan Hatta Ali
Hukum

Jampidsus Persilakan JPU Dan..

29 September 2020 09:59
Bupati Kutim Ismunandar Dkk Tetap Ditahan Di Rutan KPK Hingga 30 Hari Ke Depan
Hukum

Bupati Kutim Ismunandar Dkk ..

29 September 2020 02:35
Maafkan Tersangka, Ahok Akhirnya Cabut Laporan Polisi Kasus Pencemaran Nama Baik
Hukum

Maafkan Tersangka, Ahok Akhi..

28 September 2020 22:20