Yudi Syamhudi Suyuti, Niat Membela Negara Berujung Tuduhan Makar

Tangkapan layar konpers negara rakyat nusantara/Repro

Tuduhan makar yang dialamatkan kepada aktivis Yudi Syamhudi Suyuti dinilai tak berdasar.

Anggapan upaya penggulingan pemerintahan yang dikait-kaitkan dalam video 'negara rakyat nusantara' lima tahun silam yang kembali beredar pun dinilai aneh, lantaran kegiatan tersebut dilakukan seorang diri.

Aktivis Jaringan Aktivis Kemanusiaan Internasional (JAKI) ini juga higga saat ini tidak memiliki suatu wilayah dan pengikut sebagai syarat sahnya sebuah negara.

"Tuduhan Kepolisian pada Yudi tentang kejahatan terhadap penguasa umum tidaklah berdasar. Karena Yudi saat itu sedang melakukan penelitian secara akademik dengan tujuan mendapatkan resolusi untuk menjaga keutuhan NKRI," demikian keterangan tertulis istri Yudi, Nelly Siringoringo yang diterima redaksi, Jumat (31/1).

Begitu juga tuduhan menyebarkan berita bohong yang dinilai tidak mempunyai dasar apa pun untuk dituduhkan kepadanya.

"Masyarakat tentu dapat melihat dengan seksama bahwa tuduhan kebohongan tidak patut disandangkan kepada Yudi saat menyaksikan video viral tersebut," sambung keterangan yang menyertakan aktivis Sri Bintang Pamungkas dan Edysa Girsang.

Dijelaskan, maksud konferensi pers Yudi yang kemudian tersebar di media sosial tak lain untuk menarik perhatian masyarakat sehingga dapat mewawancarai para pihak guna mendapatkan resolusi agar pihak-pihak yang hendak memisahkan diri mengurungkan niatnya dan kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

Saat diperikasa polisi, mantan dosen di UIN Riau itu bahkan menegaskan bahwa kegiatan dalam video tahun 2015 adalah proses penelitian atas keprihatinannya pada NKRI dengan adanya ketidakpuasan sejumlah masyarakat terhadap pemerintah yang mengatasnamakan dari Papua, Maluku, dan Aceh yang hendak memisahkan diri.

Saat ini, Yudi disangkakan Pasal makar dan atau menyebarkan berita bohong sebagaimana dimaksud dalam pasal 110 KUHP Jo Pasal 107 KUHP Jo pasal 87 KUHP dan atau Pasal 207 KUHP dan atau Pasal 14 dan atau pasal 15 UU 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

Kasus Korupsi Pembangunan Gereja Kingmi Masih Tertahan Di Penyelidikan KPK, Haris Azhar: Kasihan Rakyat Mimika
Hukum

Kasus Korupsi Pembangunan Ge..

26 November 2020 07:58
Siap-siap, KPK Buka Kemungkinan Telusuri Dugaan Aliran Duit Ekspor Benur Ke Partai Politik
Hukum

Siap-siap, KPK Buka Kemungki..

26 November 2020 05:28
Edhy Prabowo Dkk Ditahan Di Rutan KPK, Dua Tersangka Masih Berkeliaran
Hukum

Edhy Prabowo Dkk Ditahan Di ..

26 November 2020 04:53
Edhy Dan Istrinya Sempat Belanja Rolex Dan Tas LV Di Hawaii Sebelum Akhirnya Diciduk KPK
Hukum

Edhy Dan Istrinya Sempat Bel..

26 November 2020 04:36
KPK Buka Kemungkinan Panggil Daftar Perusahaan Pengekspor Benih Lobster
Hukum

KPK Buka Kemungkinan Panggil..

26 November 2020 03:17
Alasan KPK Bebaskan Istri Edhy Prabowo
Hukum

Alasan KPK Bebaskan Istri Ed..

26 November 2020 02:41
Mantan Dirut PT Fortune Dilaporkan Ke Polda Metro Atas Dugaan Penipuan
Hukum

Mantan Dirut PT Fortune Dila..

26 November 2020 02:27
Ucapkan Maaf, Edhy Prabowo: Ini Adalah Kecelakaan
Hukum

Ucapkan Maaf, Edhy Prabowo: ..

26 November 2020 01:41