Yudi Syamhudi Berkilah Video 'Negara Rakyat Nusantara' Untuk Penelitian

Yudi Syamhudi/Net

Tim kuasa hukum Yudi Syamhudi, Hartsa Mashirul menjelaskan alasan dibalik kliennya mengunggah video “Negara Rakyat Nusantara” di sosial media Youtube.

“(Yang) dimaksud hal itu Mas Yudi sedang melakukan penelitian, Mas Yudi ini adalah mantan dosen, sehingga dia ingin memberikan sumbangsih atas keprihatinan Mas Yudi terhadap bangsa dan negara,” kata Mashirul di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (31/1).

Objek penelitian Yudi, jelas Mashirul adalah seluruh warga negara yang memiliki pemikiran ingin lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dengan begitu, Yudi mencoba menjadi seperti warga negara Indonesia yang memiliki pemahaman untuk lepas dari NKRI.

“Mas Yudi harus ikut seolah-olah seperti mereka. Menjadi dasar penelitian Mas Yudi, sehingga menghasilkan resolusi bagaimana mereka kita tarik kembali menjadi warga negara Indonesia yang baik mengakui pangkuan ibu pertiwi,” jelasnya.

Terkait dengan pernyataan Yudi bahwa ingin membubarkan NKRI, Mashirul meluruskan bahwa hal tersebut merupakan salah satu teknik untuk memancing agar mereka yang memiliki paham ingin lepas dari NKRI tertarik dan ikut bergabung.

“Ini kasian kan Mas Yudi niatnya baik. Itu kan ikut membela negara,” pungkas Mashirul.

Sub Direktorat (Subdit 1) Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri telah menetapkan Yudi Syamhadi Suyuti penunggah video Negara Rakyat Nusantara sebagai tersangka.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono menyampaikan, perbuatan Yudi dikategorikan sebagai tindakan makar dan atau menyebarkan berita bohong.

“Ditetapkan tersangka atas kasus dugaan makar,” kata Argo kepada wartawan, Jumat (31/1).

Adapun pasal yang disangkakan kepada Yudi yaitu pasal 110 KUHP Jo pasal 107 KUHp Jo pasal 87 dan atau pasal 207 KUHP dan atau pasal 14 dan 15 UU No 1/1946 tentang peraturan hukum pidana.

Sebelumnya, Yudi Syamhudi mengupload video di akun youtube dengan menyatakan bahwa Negara Rakyat Nusantara adalah negara yang sedang kita perjuangkan yang mewakili rakyat-rakyat bangsa-bangsa nusantara yang sebelumnya sudah ada sebelum NKRI.

Kemudian, dia mengajak untuk membubarkan NKRI dan akan menggantikan dengan negara rakyat nusantara.

“NKRI sekarang sudah mengalami kebuntuan dan sangat kritis kalau bisa dibilang sistem NKRI sistem yang telah membusuk. Kita nyatakan mau tidak mau dengan pikiran yang jernih dan hati yang besar kita harus merelakan membubarkan NKRI,” ujar Yudi dalam videonya.

Bersama pelaku, polisi turut mengamangamankan sebagai barang bukti berupa satu buah flashdisk, satu unit handphone dan satu lembar tangkapan layar video pernyataan tersangka.

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

Kasus Korupsi Pembangunan Gereja Kingmi Masih Tertahan Di Penyelidikan KPK, Haris Azhar: Kasihan Rakyat Mimika
Hukum

Kasus Korupsi Pembangunan Ge..

26 November 2020 07:58
Siap-siap, KPK Buka Kemungkinan Telusuri Dugaan Aliran Duit Ekspor Benur Ke Partai Politik
Hukum

Siap-siap, KPK Buka Kemungki..

26 November 2020 05:28
Edhy Prabowo Dkk Ditahan Di Rutan KPK, Dua Tersangka Masih Berkeliaran
Hukum

Edhy Prabowo Dkk Ditahan Di ..

26 November 2020 04:53
Edhy Dan Istrinya Sempat Belanja Rolex Dan Tas LV Di Hawaii Sebelum Akhirnya Diciduk KPK
Hukum

Edhy Dan Istrinya Sempat Bel..

26 November 2020 04:36
KPK Buka Kemungkinan Panggil Daftar Perusahaan Pengekspor Benih Lobster
Hukum

KPK Buka Kemungkinan Panggil..

26 November 2020 03:17
Alasan KPK Bebaskan Istri Edhy Prabowo
Hukum

Alasan KPK Bebaskan Istri Ed..

26 November 2020 02:41
Mantan Dirut PT Fortune Dilaporkan Ke Polda Metro Atas Dugaan Penipuan
Hukum

Mantan Dirut PT Fortune Dila..

26 November 2020 02:27
Ucapkan Maaf, Edhy Prabowo: Ini Adalah Kecelakaan
Hukum

Ucapkan Maaf, Edhy Prabowo: ..

26 November 2020 01:41