Yudi Syamhudi, Pengunggah 'Negara Rakyat Nusantara' Jadi Tersangka Makar

Tangkapan layar video Negara Rakyat Nusantara/Repro

Penyebar video Negara Rakyat Nusantara, Yudi Syamhudi Suyuti ditangkap jajaran kepolisian dengan tuduhan makar.

Menurut pengacara Yudi, Nandang Wira Kusumah, kliennya tersebut memenuhi panggilan Bareskrim Mabes Polri Rabu (29/1) dalam kapasitasnya sebagai saksi.

"Klien kami awalnya diperiksa sebagai saksi sekitar jam 11.00 WIB selama kurang lebih 7 jam. Tapi tiba-tiba sekitar jam 20.00 WIB saya kaget Pak Yudi dijadikan tersangka. Saya tidak tahu kenapa itu terjadi sangat cepat," kata Wira dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (30/1).

Pada pukul 22.30 WIB, lanjut Wira, kliennya kembali diperiksa selama kurang lebih tiga jam tanpa diperbolehkan didampingi pengacara.

Dalam statusnya sebagai tersangka, jelas Wira, Yudi disangkakan dengan Pasal makar sesuai dengan Pasal 110 KUHP Jo Pasal 107 KUHP Jo Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 207 KUHP dan atau Pasal 14 dan atau Pasal 15 Undang-Undang 1/1946 tentang peraturan hukum Pidana.

Berkenaan dengan video Negara Rakyat Nusantara, pihaknya mengklaim bahwa video tersebut diunggah pada tahun 2015 lalu di media sosial berdurasi 11.59 menit.

Menurut pemaparan pendiri National Campaign Secretariat of United Nations Citizen's Initiative, Hartsa Mashirul, tahun 2015 atau bersamaan dengan unggahan video tersebut, Yudi tengah melakukan penelitian kepada masyarakat untuk mengetahui soal ketidakpuasan terhadap pemerintah Indonesia.

"Mas Yudi mengatakan pada saya, saat 2015 sedang melakukan penelitian sehingga dia membuat acara konferensi pers untuk menarik hati saudara-saudara kita yang sedang tidak puas dengan pemerintah, dan mas Yudi khawatir bila mereka terus memaksakan untuk minta merdeka. Saya rasa justru ini dilakukan untuk menjaga keutuhan NKRI ya," tandasnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

Kasus Korupsi Pembangunan Gereja Kingmi Masih Tertahan Di Penyelidikan KPK, Haris Azhar: Kasihan Rakyat Mimika
Hukum

Kasus Korupsi Pembangunan Ge..

26 November 2020 07:58
Siap-siap, KPK Buka Kemungkinan Telusuri Dugaan Aliran Duit Ekspor Benur Ke Partai Politik
Hukum

Siap-siap, KPK Buka Kemungki..

26 November 2020 05:28
Edhy Prabowo Dkk Ditahan Di Rutan KPK, Dua Tersangka Masih Berkeliaran
Hukum

Edhy Prabowo Dkk Ditahan Di ..

26 November 2020 04:53
Edhy Dan Istrinya Sempat Belanja Rolex Dan Tas LV Di Hawaii Sebelum Akhirnya Diciduk KPK
Hukum

Edhy Dan Istrinya Sempat Bel..

26 November 2020 04:36
KPK Buka Kemungkinan Panggil Daftar Perusahaan Pengekspor Benih Lobster
Hukum

KPK Buka Kemungkinan Panggil..

26 November 2020 03:17
Alasan KPK Bebaskan Istri Edhy Prabowo
Hukum

Alasan KPK Bebaskan Istri Ed..

26 November 2020 02:41
Mantan Dirut PT Fortune Dilaporkan Ke Polda Metro Atas Dugaan Penipuan
Hukum

Mantan Dirut PT Fortune Dila..

26 November 2020 02:27
Ucapkan Maaf, Edhy Prabowo: Ini Adalah Kecelakaan
Hukum

Ucapkan Maaf, Edhy Prabowo: ..

26 November 2020 01:41