Di Persidangan, Terungkap 'Utang' Jadi Kode Suap Eks Dirut PT INTI Ke Andra Agussalam

Persidangan kasus suap antar BUMN,/RMOL

Mantan Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi (INTI), Darman Mappangara disebut memiliki hutang dengan mantan Direktur Keuangan PT Angkasa Pura (AP) II, Andra Y Agussalam.

Hal tersebut terungkap saat persidangan pemeriksaan saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Rabu (29/1).

Persoalan utang piutang tersebut menjadi pertanyaan serius Jaksa KPK kepada saksi yang sedang disidang yakni Endang Suherman yang merupakan supir Darman Mappangara. Endang menyebut, hal tersebut diketahui setelah ia melakukan perbincangan dengan Darman.

"Tahu. Karena beliau bilang untuk bayar utang, saya (Darman Mappangara sudah ditagih hutang sama Pak Andra," ucap Endang saat bersaksi, Rabu (29/1).

Jaksa pun terus mendalami pembahasan utang piutang tersebut. Kepada Jaksa, Endang mengaku pembicaraan tersebut dilakukan saat berada di dalam mobil bersama Darman.

"Dimana pembicaraan itu?," tanya Jaksa

"Di mobil Pak, cuma kalau untuk itu saya enggak langsung nanya, cuma beliau yang bilang ke saya," kata Endang.

Pembicaraan itu terjadi, kata Endang, saat dirinya hendak mengantarkan uang yang pertama kalinya pada April 2019 lalu. Saat itu, Endang mengaku diperintahkan oleh Darman untuk membayarkan hutang kepada Andra.

"Saya minta tolong anterin uang ke Pak Andra, uang untuk pembayaran utang," ungkap Endang.

Namun, Endang mengaku tak mengetahui jumlah utang Darman yang harus dibayarkan kepada Andra.

"Berapa utangnya?" tanya lagi Jaksa  

"Enggak tahu," singkat Endang.

Dalam perkara ini, mantan Direktur Keuangan (DirKeu) PT Angkasa Pura II, Andra Y Agussalam didakwa menerima suap sebesar 71 ribu dolar AS dan 96.700 dolar Singapura. Penerimaan suap tersebut dilakukan agar PT INTI menjadi pelaksana pekerjaan pemasangan Semi Baggage Handling System (BHS). Uang tersebut diduga diberikan oleh mantan Dirut PT INTI Darman Mappangara.

Atas perbuatannya, Andra didakwa melanggar Pasal 12 huruf a dan b atau Pasal 11 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 Juncto Pasal 64 Ayat 1 KUHP.

Sementara itu, Darman didakwa melanggar Pasal 5 Ayat 1 huruf a atau huruf b atau pasal 13 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

Pak Mahfud, Laporan Terhadap Immanual Ebenezer Kok Mandek, Orangnya Sudah Jadi Komisaris
Hukum

Pak Mahfud, Laporan Terhadap..

19 September 2020 11:50
Akbar Faizal: Kebakaran Kejagung Serangan Langsung Terhadap Negara, Presiden Harus Ambil Langkah Serius
Hukum

Akbar Faizal: Kebakaran Keja..

18 September 2020 19:30
Jokowi Tidak Bisa Intervensi Penegak Hukum, Tapi Bisa Copot Kapolri Dan Jaksa Agung
Hukum

Jokowi Tidak Bisa Intervensi..

18 September 2020 19:11
Andi Irfan Jaya Diperiksa Kejagung Usai Ditetapkan Tersangka Kasus Djoko Tjandra
Hukum

Andi Irfan Jaya Diperiksa Ke..

18 September 2020 15:32
Penahanan 5 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Proyek Fiktif Di PT Waskita Karya Diperpanjang 30 Hari
Hukum

Penahanan 5 Tersangka Kasus ..

18 September 2020 15:30
Serius Usut Perkara Djoko Tjandra Dan Jaksa Pinangki, KPK Dalami Bukti Dari MAKI
Hukum

Serius Usut Perkara Djoko Tj..

18 September 2020 15:12
KPK Cecar 7 Perwakilan PT Waskita Karya Soal Aliran Uang Dalam Kasus Korupsi Subkontraktor Fiktif
Hukum

KPK Cecar 7 Perwakilan PT Wa..

18 September 2020 10:53
Pasca Dikembalikan, Bareskrim Limpahkan Berkas Perkara Surat Jalan Palsu Djoko Tjandra Ke JPU
Hukum

Pasca Dikembalikan, Bareskri..

17 September 2020 23:45