Lemkapi: Informasi Tanpa Klarifikasi Telah Rugikan Andi Sinjaya Ghalib Dan Polri

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian (Lemkapi) Edi Hasibuan/Net

Pengakuan Budianto yang mengejutkan soal adanya permintaan uang Rp 1 miliar oleh Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Andi Sinjaya Ghalib akhirnya ditarik olehnya sendiri.

Belakangan, Budianto mengaku permintaan uang tersebut datang dari seseorang yang mencatut nama Kasat.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian (Lemkapi) Edi Hasibuan, meminta kepada pihak-pihak tidak melakukan penyebaran informasi dan fitnah yang menyesatkan terhadap Andi Sinjaya.

“Dalam peristiwa ini telah terjadi ‘trial by the press’ karena tersebarnya informasi yang tidak diklarifikasi sebelumnya sehingga menjadi bola liar,” kata Edi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (16/1).

Akibat kejadian itu, kata Edi, telah menurunkan harkat dan martabat Andi Sinjaya dan tentunya Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sebagai institusi Andi bernaung.

“Kami melihat Andi dipindahkan ke lembaga pendidikan karena tenaganya dibutuhkan disana," tambah doktor hukum ini.

Sebelumnya, mantan Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Andi Sinjaya Ghalib dipastikan tidak melakukan pemerasaan Rp 1 miliar seperti isu yang beredar belakangan. H

al itu ditegaskan langsung oleh Budianto, pelapor kasus pengerusakan tanah yang disebutkan oleh Indonesia Police Watch (IPW).

Menurut Budianto telah terjadi kesalahan informasi, hingga akhirnya tudingan mengarah ke Andi Sinjaya. Padahal oknum yang memeras dirinya Rp 1 miliar bukan anggota polisi. Namun orang di luar institusi Polri yang menjanjikan bantuan agar kasus tersebut bisa tuntas.

"Perkara ini sudah cukup lama, itu ada beberapa makelar kasus, markus (makelar kasus) yang menawarkan saya bahwa mereka dapat membantu dari atas sampai ke bawah dan membuat saya percaya," kata Budianto kepada wartawan, Rabu (15/1).

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

Pak Mahfud, Laporan Terhadap Immanual Ebenezer Kok Mandek, Orangnya Sudah Jadi Komisaris
Hukum

Pak Mahfud, Laporan Terhadap..

19 September 2020 11:50
Akbar Faizal: Kebakaran Kejagung Serangan Langsung Terhadap Negara, Presiden Harus Ambil Langkah Serius
Hukum

Akbar Faizal: Kebakaran Keja..

18 September 2020 19:30
Jokowi Tidak Bisa Intervensi Penegak Hukum, Tapi Bisa Copot Kapolri Dan Jaksa Agung
Hukum

Jokowi Tidak Bisa Intervensi..

18 September 2020 19:11
Andi Irfan Jaya Diperiksa Kejagung Usai Ditetapkan Tersangka Kasus Djoko Tjandra
Hukum

Andi Irfan Jaya Diperiksa Ke..

18 September 2020 15:32
Penahanan 5 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Proyek Fiktif Di PT Waskita Karya Diperpanjang 30 Hari
Hukum

Penahanan 5 Tersangka Kasus ..

18 September 2020 15:30
Serius Usut Perkara Djoko Tjandra Dan Jaksa Pinangki, KPK Dalami Bukti Dari MAKI
Hukum

Serius Usut Perkara Djoko Tj..

18 September 2020 15:12
KPK Cecar 7 Perwakilan PT Waskita Karya Soal Aliran Uang Dalam Kasus Korupsi Subkontraktor Fiktif
Hukum

KPK Cecar 7 Perwakilan PT Wa..

18 September 2020 10:53
Pasca Dikembalikan, Bareskrim Limpahkan Berkas Perkara Surat Jalan Palsu Djoko Tjandra Ke JPU
Hukum

Pasca Dikembalikan, Bareskri..

17 September 2020 23:45