Di Sidang DKPP, Wahyu Setiawan Urai Maksud 'Siap, Mainkan!'

Wahyu Setiawan (kanan) saat di sidang DKPP/Net

Ada kode tertentu dalam kasus suap Komisioner KPU Wahyu Setiawan terkait pengurusan Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPR dari PDI Perjuangan

Dalam sidang dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Rutan KPK, Jakarta Selatan, Wahyu sempat menjelaskan makna dari kode "Siap, Mainkan!" yang disebut sebagai kode komunikasi perbuatan rasuah.

"Memang saya dalam berkomunikasi terkadang menjadi salah tafsir. Sebagai contoh pada saat PDIP yang memberi informasi kepada saya bahwa akan bersurat kepada KPU, saya menjawab “Siap, Mainkan!”,” kata Wahyu Setiawan saat sidang kode etik, Rabu (15/1).

Padahal kata Wahyu, maksud "Siap, Mainkan" itu adalah sebagai respon untuk menindak surat tersebut agar diterima oleh pimpinan KPU.

"Maksud saya surat yang dikirim ke KPU kemudian ditindaklanjuti pada waktu itu saya tidak ada di kantor, saya menghubungi staf saya, saya mengabari ada surat dari PDIP tolong diterima," jelasnya.

Setelah diterima kata Wahyu, surat tersebut diteruskan kepada pimpinan KPU lantaran dalam bentuk surat resmi. Ia pun mengaku tidak menerima surat dari PDIP secara fisik, melainkan hanya melalui pesan singkat WhatsApp.

"Setelah diterima apakah surat ini diteruskan kepada pimpinan? Ya, karena itu surat resmi. Jadi sampai peristiwa itu saya hanya terima di WA, tetapi secara fisik saya tidak pernah memegang," tegasnya.

Diketahui, saat konferensi pers yang digelar KPK menyebutkan adanya kode yang dimainkan oleh Wahyu adalah kata "Siap, Mainkan!".

Di mana pada konstruksi perkara, kode tersebut muncul pada saat tersangka Agustiani Tio Fridelina (ATF) berusaha melobi Wahyu agar mengabulkan permohonan politisi PDIP Harun Masiku sebagai Pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI.

Pada saat berkomunikasi itu, Agustiani mengirimkan dokumen dan fatwa Mahkamah Agung (MA) yang didapatnya dari tersangka Saeful Bahri kepada Wahyu.

Mendapatkan dokumen itu, Wahyu kemudian dinilai menyanggupi untuk membantu agar Harun menjadi PAW anggota DPR RI dengan membalas pesan "Siap, Mainkan!".

Tak sampai di situ, Wahyu juga disebut KPK meminta dana operasional senilai Rp 900 juta. 

Kolom Komentar


Artikel Lainnya

Rachmat Yasin Diduga Minta Gratifikasi Tanah Yang Akan Dibangun Pondok Pesantren
Hukum

Rachmat Yasin Diduga Minta G..

14 Agustus 2020 03:59
KPK Akui Sempat Tunda Penahanan Rachmat Yasin Karena Akan Gelar Hajatan Nikah
Hukum

KPK Akui Sempat Tunda Penaha..

14 Agustus 2020 02:54
Sidang Jiwasraya, Ahli Asuransi Sebut Direksi Punya Wewenang Ubah Pedoman Investasi
Hukum

Sidang Jiwasraya, Ahli Asura..

14 Agustus 2020 00:28
Eks Bupati Rachmat Yasin Diduga Sunat Anggaran SKPD Rp 8,9 M Untuk Kampanye Pilkada Bogor
Hukum

Eks Bupati Rachmat Yasin Did..

13 Agustus 2020 23:57
Penyitaan Aset Kasus Jiwasraya Kembali Diprotes Saksi
Hukum

Penyitaan Aset Kasus Jiwasra..

13 Agustus 2020 23:33
Diduga Terima Gratifikasi, KPK Tahan Mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin
Hukum

Diduga Terima Gratifikasi, K..

13 Agustus 2020 20:39
Buntut Dugaan Pemerasan Oleh Oknum Jaksa, KPK Periksa 63 Kepala SMPN Di Riau
Hukum

Buntut Dugaan Pemerasan Oleh..

13 Agustus 2020 17:18
Tidak Berpolitik Usai Bebas Murni, Nazaruddin: Fokus Mengejar Akhirat
Hukum

Tidak Berpolitik Usai Bebas ..

13 Agustus 2020 15:53