Selain Suap Pengadaan Pesawat, Soetikno Soedarjo Juga Didakwa Pasal Pencucian Uang

Sidang Tipikor dengan terdakwa Soetikno Soedarjo/RMOL

Selain didakwa pidana pokok, mantan Direktur Utama (Dirut) PT Mugi Rekso Abadi (MRA), Soetikno Soedarjo juga didakwa melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) senilai 1.458.364,28 dolar AS.

Dalam persidangan perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Soetikno didakwa telah memberikan suap kepada eks Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar untuk memuluskan beberapa proyek pengadaan di perusahaan plat merah tersebut.

Menurut Jaksa KPK, Soetikno didakwa telah memberi uang sejumlah Rp 5.859.794.797,  884.200 dolar AS, 1.020.975 euro, dan 1.189.208 dolar Singapura kepada Emirsyah.

Uang tersebut diberikan kepada Emirsyah untuk memuluskan proyek pengadaan pesawat di PT Garuda Indonesia.

Selain menyuap, Soetikno juga didakwa telah melakukan perbuatan TPPU dengan cara menitipkan uang sejumlah 1.458.364,28 dolar AS dalam rekening Woodlake International di UBS.

Selanjutnya, Soetikno juga membayar utang kredit di UOB Indonesia, membayar kredit apartemen di Melbourne Australia, dan mengalihkan kepemilikan satu unit apartemen di Singapura kepada Innospace Investment Holding.

"Merupakan beberapa kejahatan yang diancam dengan pidana pokok yang sejenis berupa menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menghibahkan, menitipkan, membawa keluar negeri, mengubah bentuk, menukarkan dengan mata uang, atau surat berharga atau perbuatan-perbuatan lain atas harta kekayaan," ucap Jaksa KPK, Wawan Yunarwanto saat membacakan dakwaan di persidangan, Rabu (26/12).

Hasil tipikor itu, kata Jaksa, sengaja disembunyikan terdakwa untuk menyamarkan asal-usul harta kekayaannya.

"Yang diketahui atau patut dapat diduganya merupakan hasil tindak pidana korupsi dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul harta kekayaan," jelas Jaksa Wawan.

Harta kekayaan Soetikno tersebut diduga hasil deal dengan Emirsyah Satar dalam sejumlah proyek pengadaan di PT Garuda Indonesia.

"Sehingga untuk menyembunyikan atau menyamarkan asal-asulnya, maka harta kekayaan tersebut dititipkan, dibayarkan, dan dialihkan atas nama pihak lain," katanya.

Akibatnya, Soetikno didakwa telah melanggar Pasal 5 Ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU 20/2001 juncto Pasal 65 Ayat 1 KUHP.

Selain itu, Soetikno juga didakwa telah melanggar Pasal 3 UU RI 8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 dan Pasal 65 Ayat 1 KUHP.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

KPK Geledah Rumah Penyuap Nurdin Abdullah, Amankan Dokumen Terkait Perkara
Hukum

KPK Geledah Rumah Penyuap Nu..

03 Maret 2021 19:57
Jaksa KPK Singgung Soal Sewa Pesawat Pribadi Oleh Juliari Batubara Dipersidangan Pemberi Suap Bansos
Hukum

Jaksa KPK Singgung Soal Sewa..

03 Maret 2021 19:44
Komite IV DPD RI Desak Kejagung Tuntaskan Korupsi PT Asabri
Hukum

Komite IV DPD RI Desak Kejag..

03 Maret 2021 19:39
Sekjen Kemensos Hartono Bantah Kecipratan Duit Operasional Bansos Dari Tersangka
Hukum

Sekjen Kemensos Hartono Bant..

03 Maret 2021 19:03
Di Persidangan, Sekjen Kemensos Ngaku Pernah Dengar Kabar Vendor Proyek Bansos Diminta Uang Operasional
Hukum

Di Persidangan, Sekjen Kemen..

03 Maret 2021 18:25
Eks Dirjen KKP Zulficar Mochtar Pernah Dipaksa Tandatangani Dokumen Usai Ditelepon Edhy Prabowo
Hukum

Eks Dirjen KKP Zulficar Moch..

03 Maret 2021 17:41
Sri Mulyani Klaim Pertama Kali Menemukan Dugaan Korupsi Anak Buahnya
Hukum

Sri Mulyani Klaim Pertama Ka..

03 Maret 2021 14:41
Sespri Edhy Prabowo Ternyata Pernah Jadi Importir Durian Sebelum Beralih Urus Benur
Hukum

Sespri Edhy Prabowo Ternyata..

03 Maret 2021 14:26