Suap Pengadaan Pesawat, KPK Panggil 9 Pegawai PT Garuda Indonesia

Gedung KPK/Net

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil sembilan pegawai dan mantan pegawai PT Garuda Indonesia sebagai saksi kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada PT Garuda Indonesia.

Kesembilan orang yang terdiri dari pegawai dan mantan pegawai PT Garuda Indonesia yang dipanggil adalah Commercial Experts, Ardy Protoni Doda; mantan VP Treasury Management, Albert Burhan; mantan Direktur Komersial, Agus Priyanto; mantan Direktur Strategi Pengembangan Bisnis dan Manajemen Resiko, Achirina.

Selanjutnya, mantan Executive EVP Service, Arya Respati Suryono; mantan Direktur Operasi, Ari Sapari; pensiunan pegawai, Agus Wahjudo; mantan Direktur Keuangan, Handrito Harjono serta Direktur Keuangan PT Gapura Angkasa yang juga mantan pegawai PT Garuda Indonesia, Ester Siahaan.

"Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka HDS (Hadinoto Soedigno)," kata Jurubicara KPK, Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (10/12).

Dalam kasus ini, KPK menetapkan tiga orang tersangka yakni eks Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar; Bos PT MRA, Soetikno Soedardjo; dan Direktur Teknik Pengelolaan Armada PT Garuda Indonesia, Hadinoto Soedigno.

Hadinoto diduga kuat menerima uang dari Emirsyah Satar. KPK menduga Emirsyah Satar telah menerima uang suap dari perusahaan manufaktur terkemuka asal Inggris Rolls-Royce untuk pembelian 50 mesin pesawat Airbus SAS pada periode 2005-2014 oleh PT Garuda Indonesia melalui Soetikno yang saat itu menjabat sebagai Beneficial Owner dari Connaught International Pte. Ltd yang berlokasi di Singapura.

Satar diduga kuat telah menerima uang dari Soetikno sebesar Rp 5,79 miliar. Disinyalir uang itu untuk membayar satu unit rumah yang berlokasi di Pondok Indah. Emirsyah juga diduga menerima uang senilai 680 ribu Dolar Singapura dan 1,02 juta Euro yang dikirim ke rekening perusahaan miliknya di Singapura serta 1,2 juta Dolar Singapura untuk pelunasan Apartemen di Singapura.

Selain itu, Soetikno juga mengalirkan uang kepada Hadinoto Soedigno. Diduga Soetikno telah memberi sebesar 2,3 juta Dolar Singapura dan 477 ribu Euro yang dikirim ke rekening Hadinoto di Singapura.

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Polda Metro Absen, Sidang Praperadilan Habib Rizieq Diundur Lagi
Hukum

Polda Metro Absen, Sidang Pr..

01 Maret 2021 19:19
Di Praperadilan, MAKI Minta KPK Ambil Alih Kasus Lahan Cengkareng Era Ahok
Hukum

Di Praperadilan, MAKI Minta ..

01 Maret 2021 18:46
Dilaporkan Ke Polisi, Dirut Taspen Bantah Lakukan KDRT
Hukum

Dilaporkan Ke Polisi, Dirut ..

01 Maret 2021 17:52
Direhab, Ini Obat Yang Dikonsumsi Millen Cyrus
Hukum

Direhab, Ini Obat Yang Dikon..

01 Maret 2021 17:33
Kasus Korupsi PT DI, KPK Limpahkan Berkas Perkara Direktur PT PAL Ke JPU
Hukum

Kasus Korupsi PT DI, KPK Lim..

01 Maret 2021 17:26
Pakar Hukum: Ada Pihak Yang Menggiring Sengketa Tanah Sebagai Permainan Mafia Tanah
Hukum

Pakar Hukum: Ada Pihak Yang ..

01 Maret 2021 16:55
Keluarga Laskar FPI Yang Tewas Tantang Kapolda Dan Jajaran Mubahalah
Hukum

Keluarga Laskar FPI Yang Tew..

01 Maret 2021 15:59
Brigjen Prasetijo Utomo Tak Ngaku Menerima Suap Djoko Tjandra
Hukum

Brigjen Prasetijo Utomo Tak ..

01 Maret 2021 15:39