Darman Mappangara Minta Temannya Cari Pinjaman Uang Untuk PT INTI

Komisaris PT Mitra Energi, Tedy Simanjuntak saat persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (2/12)/RMOL

Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI), Darman Mappangara perintahkan kerabatnya agar mencari uang pinjaman untuk kepentingannya di PT INTI.

Hal tersebut diungkapkan seorang saksi yang merupakan Komisaris PT Mitra Energi, Tedy Simanjuntak saat persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (2/12).

Tedy sedianya diperiksa sebagai saksi untuk terdakwa Andi Taswin Nur. Dalam persidangan, Tedy mengaku diperintahkan Darman yang kalau itu masih menjadi Dirut PT INTI untuk mencari peminjaman uang.

Karena telah mengenal Darman 15 tahun lalu membuat Tedy menuruti Darman untuk mencari pinjaman sebagai rasa kekerabatan.

“Saya kenal Pak Darman lebih dari 15 tahun, diminta membantu mencari pinjaman untuk kepentingan Darman,” kata Teddy saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

Teddy mengaku pinjaman tersebut digunakan untuk kepentingan pekerjaan Darman di PT INTI. Uang pinjaman yang ia cari juga bersumber dari orang yang telah diperkenalkan oleh Darman.

“Pak Darman sudah kenal lama dengan saya, mencari pinjaman kepada investor, seringkali pinjaman itu dari relasi beliau (Dharman),” jelas Teddy.

Dibalik itu semua, Tedy mengaku berharap agar panel surya buatan perusahaannya dapat diambil oleh PT INTI. Sehingga ia mau membantu Darma mencarikan uang pinjaman dengan tujuan seperti itu.

Namun, harapannya tak kunjung terealisasi setelah Darman menjadi Dirut PT INTI dan tak pernah dilibatkan dengan PT INTI seperti harapannya.

“Saya tidak pernah dilibatkan di PT INTI, semenjak beliau Dirut tidak pernah dilibatkan,” pungkasnya.

Diketahui, Andi Taswin Nur didakwa telah menjadi perantara uang suap dari mantan Dirut PT INTI, Darman Mappangara kepada Direktur Keuangan PT Angkasa Pura (AP) II, Andra Y. Agussalam. Uang yang diberikan tersebut senilai 71 ribu dollar AS dan 96,7 ribu dollar Singapura.

Pemberian suap tersebut dimaksud agar PT INTI menjadi pelaksana pekerjaan dalam pengadaan dan pemasangan proyek Semi Baggage Handling System (BHS).
EDITOR:
Tag:

Kolom Komentar


Artikel Lainnya

Rachmat Yasin Diduga Minta Gratifikasi Tanah Yang Akan Dibangun Pondok Pesantren
Hukum

Rachmat Yasin Diduga Minta G..

14 Agustus 2020 03:59
KPK Akui Sempat Tunda Penahanan Rachmat Yasin Karena Akan Gelar Hajatan Nikah
Hukum

KPK Akui Sempat Tunda Penaha..

14 Agustus 2020 02:54
Sidang Jiwasraya, Ahli Asuransi Sebut Direksi Punya Wewenang Ubah Pedoman Investasi
Hukum

Sidang Jiwasraya, Ahli Asura..

14 Agustus 2020 00:28
Eks Bupati Rachmat Yasin Diduga Sunat Anggaran SKPD Rp 8,9 M Untuk Kampanye Pilkada Bogor
Hukum

Eks Bupati Rachmat Yasin Did..

13 Agustus 2020 23:57
Penyitaan Aset Kasus Jiwasraya Kembali Diprotes Saksi
Hukum

Penyitaan Aset Kasus Jiwasra..

13 Agustus 2020 23:33
Diduga Terima Gratifikasi, KPK Tahan Mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin
Hukum

Diduga Terima Gratifikasi, K..

13 Agustus 2020 20:39
Buntut Dugaan Pemerasan Oleh Oknum Jaksa, KPK Periksa 63 Kepala SMPN Di Riau
Hukum

Buntut Dugaan Pemerasan Oleh..

13 Agustus 2020 17:18
Tidak Berpolitik Usai Bebas Murni, Nazaruddin: Fokus Mengejar Akhirat
Hukum

Tidak Berpolitik Usai Bebas ..

13 Agustus 2020 15:53