Fahira Idris: Indonesia Akan Gaduh Kalau Orang Seperti Ade Armando Lolos

Fahira Idris di Mapolda Metro Jaya/RMOL

Pelapor Fahira Idris khawatir jika polisi tidak segera memproses terlapor Ade Armando soal unggahan foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang diedit menjadi joker dan dipoasting di media sosial, akan berdampak kepada masyarakat luas.

"Terbayang enggak nanti bila hal ini lewat tidak tersentuh hukum. Saya ngeri anak-anak kita kalau kesel sama menteri, kesel sama presiden, kesel sama gubernur, nanti dia akan melakukan yang seperti ini bahkan lebih buruk," kata Fahira di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (4/11).

Untuk itu, sambung Fahira, sebetulnya tidak ada lagi alasan bagi polisi untuk tidak memproses Ade Armando demi menjaga agar Indonesia tidak gaduh efek dari penanganan penegakan hukum.

"Kemarin dia sudah mengakui jika kemarin dia yang upload. Tapi dia bilang bukan dia yang gambar. Ini biasanya orang kalau salah enggak langsung mengakui," ujarnya.

Laporan senator DKI Jakarta Fahira Idris terhadap Ade Armando resmi diterima oleh Polda Metro Jaya.

Laporan tersebut teregister dalam nomor laporan LP/7057/XI/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus, tanggal 1 November 2019. Ade disangkakan Pasal 32 Ayat 1 Jo Pasal 48 ayat 1 UU No 19/2016 tentang ITE.

Ade terpaksa dipolisikan lantaran dianggap keterlaluan kerena mengunggah Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan berwajah joker di akun Facebook.

"Foto (yang diunggah) di facebooknya Ade Armando adalah foto Gubernur Anies Baswedan yang merupakan dokumen milik Pemprov DKI atau milik publik yang diduga diubah menjadi foto seperti (tokoh) joker," kata Fahira usai melapor, Jumat (1/11).

Fahira menuding Ade sendiri sudah mengakui kalau itu adalah unggahannya. Tapi, kata Ade gambar itu yang membuat bukan dirinya. Ade mengaku hanya mengunggah. Sementara gambar yang membuat adalah orang lain.

Meski begitu, menurutnya Ade tetap telah terbukti melakulan pelanggaran UU dengan mencemarkan nama baik seseorang. Pasalnya, Ade turut serta menyebarluaskan meme tersebut. Maka dari itu Fahira tetap melaporkannya. Sebagai warga ibukota, dia mengaku tak terima gubernurnya dibuat candaan.

"Ini adalah foto Gubernur DKI yang sedang memakai busana resminya dan ini milik Pemprov, milik publik dirubah seperti joker dengan kata kata atau narasi yang mengarah pada pencemaran nama baik," kata Fahira.

Hari ini, Fahira Idris berancana menemuai Kapolda Metro Jaya Gatot Eddy Pramono untuk mendiskusikan laporannya.

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

Pak Mahfud, Laporan Terhadap Immanual Ebenezer Kok Mandek, Orangnya Sudah Jadi Komisaris
Hukum

Pak Mahfud, Laporan Terhadap..

19 September 2020 11:50
Akbar Faizal: Kebakaran Kejagung Serangan Langsung Terhadap Negara, Presiden Harus Ambil Langkah Serius
Hukum

Akbar Faizal: Kebakaran Keja..

18 September 2020 19:30
Jokowi Tidak Bisa Intervensi Penegak Hukum, Tapi Bisa Copot Kapolri Dan Jaksa Agung
Hukum

Jokowi Tidak Bisa Intervensi..

18 September 2020 19:11
Andi Irfan Jaya Diperiksa Kejagung Usai Ditetapkan Tersangka Kasus Djoko Tjandra
Hukum

Andi Irfan Jaya Diperiksa Ke..

18 September 2020 15:32
Penahanan 5 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Proyek Fiktif Di PT Waskita Karya Diperpanjang 30 Hari
Hukum

Penahanan 5 Tersangka Kasus ..

18 September 2020 15:30
Serius Usut Perkara Djoko Tjandra Dan Jaksa Pinangki, KPK Dalami Bukti Dari MAKI
Hukum

Serius Usut Perkara Djoko Tj..

18 September 2020 15:12
KPK Cecar 7 Perwakilan PT Waskita Karya Soal Aliran Uang Dalam Kasus Korupsi Subkontraktor Fiktif
Hukum

KPK Cecar 7 Perwakilan PT Wa..

18 September 2020 10:53
Pasca Dikembalikan, Bareskrim Limpahkan Berkas Perkara Surat Jalan Palsu Djoko Tjandra Ke JPU
Hukum

Pasca Dikembalikan, Bareskri..

17 September 2020 23:45