Total Setengah Triliun Aset Wawan Disita KPK

Tubagus Chaeri Wardana/Net

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memerlukan waktu sekitar lima tahun untuk menyelesaikan berkas penyidikan perkara korupsi adik kandung eks Gubernur Banten Ratu Atut Chosyiah, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

Begitu kata Jurubicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (8/10).

"Penyidikan ini membutuhkan waktu sekitar 5 tahun karena tim harus mengidentifikasi secara rinci proyek-proyek yang dikerjakan," urainya.

Menurut Febri, proses penyidikan tersebut lama lantaran tim KPK harus mengidentifikasi secara lebih detail terkait ribuan proyek yang digarap oleh suami Walikota Tangetang Selatan, Airin Rachmi Diany itu.

"Dugaan keuntungan yang didapatkan secara tidak semestinya, aliran dana, penelusuran aset yang berada di sejumlah lokasi dan kerjasama lintas negara," ujar Febri.

KPK telah menyita aset Wawan mencapai setengah triliun rupiah atau Rp 500 miliar dalam tiga berkas perkara.

Tiga berkas perkara itu ialah dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) kedokteran umum Puskesmas Kota Tangerang Selatan tahun anggaran 2012, dugaan korupsi pengadaan sarana prasanara kesehatan di lingkungan Pemprov Banten tahun 2011-2013 dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Berikut rincian total aset yang disita KPK dalam proses penyidikan ini:

a. Uang tunai sebesar Rp 65 miliar

b. 68 unit kendaraan roda dua dan roda empat atau lebih.

c. 175 unit rumah/apartemen/bidang tanah, terdiri dari:

1). 7 unit apartemen di Jakarta dan sekitarnya

2). 4 unit tanah dan bangunan di Jakarta

3). 8 unit tanah dan bangunan di Tangerang Selatan dan Kota Tangerang

4). 1 unit tanah dan bangunan di Bekasi
5). 3 unit tanah di Lebak

6). 15 unit tanah dan peralatan AMP di Pandeglang

7). 111 unit tanah dan usaha SPBU di Serang

8). 5 unit tanah dan usaha SPBE di Bandung

9). 19 unit tanah dan bangunan di Bali

10). 1 unit apartemen di Melbourne, Australia

11). 1 unit rumah di Perth, Australia

Adapun, terkait aset di Australia, KPK telah menempuh proses Mutual Legal Assistance (MLA) untuk kebutuhan penanganan perkara. Dalam proses penyidikan tersebut KPK juga dibantu oeh Australian Federal Police (AFP), dalam proses penyitaan aset sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

"Nilai aset yang berada di Australia saat pembelian tahun 2012-2013 adalah setara dengan total sekitar Rp 41,14 milyar, yaitu rumah senilai 3,5 juta dolar Australia dan Apartemen di Melbourne senilai 800 ribu dolar Australia," kata Febri. 

Kolom Komentar


Video

Viral Tenaga Medis Keluar Dengan APD Lengkap Sambil Teriak "Kami Capek, Kami Capek"

Jumat, 22 Mei 2020
Video

Habib Umar Assegaf dan Satpol PP Asmadi Saling Memaafkan

Sabtu, 23 Mei 2020
Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Pesawat Pakistan di Pemukiman Padat Penduduk

Sabtu, 23 Mei 2020

Artikel Lainnya

Fakta Persidangan, Hakim Sebut Tim Hukum DPP PDIP Donny Tri Isiqomah Terlibat Dalam Suap Wahyu Setiawan
Hukum

Fakta Persidangan, Hakim Seb..

29 Mei 2020 00:46
Jaksa KPK Beberkan Dugaan Keterlibatan Gubernur Papua Barat Menyuap Wahyu Setiawan
Hukum

Jaksa KPK Beberkan Dugaan Ke..

28 Mei 2020 22:17
JPU KPK Ungkap Dugaan Suap Rp 500 Juta Kepada Wahyu Setiawan Bersumber Dari Gubernur Papua Barat
Hukum

JPU KPK Ungkap Dugaan Suap R..

28 Mei 2020 16:38
Selain Dari Harun Masiku, Wahyu Setiawan Juga Didakwa Terima Suap Dari Sekretaris KPU Papua Barat
Hukum

Selain Dari Harun Masiku, Wa..

28 Mei 2020 14:42
Saeful Bahri Terima Putusan Vonis, Jaksa KPK Pikir-pikir
Hukum

Saeful Bahri Terima Putusan ..

28 Mei 2020 13:47
Saeful Bahri, Kader PDIP Penyuap Wahyu Setiawan Divonis 1 Tahun 8 Bulan Penjara
Hukum

Saeful Bahri, Kader PDIP Pen..

28 Mei 2020 12:45
Ikatan Alumni UNJ Minta Semua Pihak Tidak Mempolitisasi OTT KPK Di Lingkungan Kemendikbud
Hukum

Ikatan Alumni UNJ Minta Semu..

27 Mei 2020 23:19
Besok, Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan Jalani Sidang Perdana
Hukum

Besok, Eks Komisioner KPU Wa..

27 Mei 2020 12:07