Sekjen PA 212 Jadi Tersangka Ke-12 Dalam Kasus Dugaan Penganiayaan Buzzer Jokowi

Bernard Abdul Jabbar/Net

Sekretaris Jenderal Persaudaraan Alumni (PA) 212, Bernard Abdul Jabbar ditetapkan sebagai tersangka keterlibatan kasus penculikan dan penganiayaan terhadap buzzer Jokowi bernama Ninoy Karundeng.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membenarkan Bernard Abdul Jabbar telah ditetapkan sebagai tersangka setelah diperiksa lebih dari 12 jam sejak Senin kemarin (7/10).

"Ya betul Bernard Abdul Jabbar telah ditetapkan sebagai tersangka," ucap Kombes Pol Argo Yuwono kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (8/10).

Namun, Argo mengaku belum mendapatkan informasi selanjutnya terkait penahanan terhadap Bernard. Dia akan menanyakannya kepada penyidik Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum PMJ.

"Saya cek dulu ya surat penahanannya, sudah ada atau belum," singkatnya.

Penetapan tersangka terhadap Bernard menambah jumlah tersangka dalam kasus ini. Sebelummya, polisi telah menetapkan sebanyak 11 orang sebagai tersangka.

Kolom Komentar


Artikel Lainnya

Rachmat Yasin Diduga Minta Gratifikasi Tanah Yang Akan Dibangun Pondok Pesantren
Hukum

Rachmat Yasin Diduga Minta G..

14 Agustus 2020 03:59
KPK Akui Sempat Tunda Penahanan Rachmat Yasin Karena Akan Gelar Hajatan Nikah
Hukum

KPK Akui Sempat Tunda Penaha..

14 Agustus 2020 02:54
Sidang Jiwasraya, Ahli Asuransi Sebut Direksi Punya Wewenang Ubah Pedoman Investasi
Hukum

Sidang Jiwasraya, Ahli Asura..

14 Agustus 2020 00:28
Eks Bupati Rachmat Yasin Diduga Sunat Anggaran SKPD Rp 8,9 M Untuk Kampanye Pilkada Bogor
Hukum

Eks Bupati Rachmat Yasin Did..

13 Agustus 2020 23:57
Penyitaan Aset Kasus Jiwasraya Kembali Diprotes Saksi
Hukum

Penyitaan Aset Kasus Jiwasra..

13 Agustus 2020 23:33
Diduga Terima Gratifikasi, KPK Tahan Mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin
Hukum

Diduga Terima Gratifikasi, K..

13 Agustus 2020 20:39
Buntut Dugaan Pemerasan Oleh Oknum Jaksa, KPK Periksa 63 Kepala SMPN Di Riau
Hukum

Buntut Dugaan Pemerasan Oleh..

13 Agustus 2020 17:18
Tidak Berpolitik Usai Bebas Murni, Nazaruddin: Fokus Mengejar Akhirat
Hukum

Tidak Berpolitik Usai Bebas ..

13 Agustus 2020 15:53