Dianiaya Oknum Aparat Hingga Bonyok, Wartawan Resmi Buat Laporan

Haryawan, seorang wartawan yang dianiaya oknum aparat/Ist

Seorang wartawan Sinar Pagi, Haryawan (52) membuat laporan polisi ke Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya setelah diintimidasi dan dipukuli oleh oknum polisi di area Polda Metro Jaya.

Hayawan mengaku, kejadian pemukulan terjadi pada Senin malam (30/9) saat ia hendak pulang usai melaksanakan salat di Masjid Polda Metro Jaya. Namun saat mau keluar, ia melihat ada keributan di depan minimarket di dalam area Polda.

Melihat itu, ia langsung bergegas menghampiri dan merekam video.

"Tapi begitu baru beberapa saat ambil video mereka bentak saya ambil gambar. Saya bilang saya wartawan dari Sinar Pagi yang ngepos di Polda Metro Jaya sini, tapi tetap saja mereka minta dihapus. Mereka maksa minta di hapus. Terpaksa saya hapus," ucap Haryawan kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Selasa (1/10).

Saat hendak menghapus, kata Haryawan, oknum tersebut langsung melakukan pemukulan secara beramai-ramai dari arah belakang.

"Mukul dari belakang, jenggut (tarik) rambut saya, tonjok kencang-kencang mata saya sebelah kanan sampai darah mengucur, begitu juga kepala belakang saya dihajar sampai bocor berdarah," jelasnya.

Bahkan, ia mengaku mendengar adanya teriakan agar dirinya ditelanjangi. Sambil terus mengaku sebagai wartawan, ia berhasil kabur dan lari ke Gedung Humas Polda Metro Jaya.

"Sembari berusaha menyelamatkan diri ke arah Humas PMJ dengan harapan selain ada yamg kenal, mudah-mudahan ada yang berpangkat atau komandan yang bisa menolong," katanya.

Akibatnya, Heryawan mengalami luka di bagian kepala dan di bagian mata hingga mengeluarkan darah.

Heryawan pun membuat laporan polisi pada Selasa (1/10). Laporan tersebut teregistrasi dengan LP/6259/X/2019/PMJ/Dit. Reskrimum dengan laporan Pasal 170 KUHP dan Pasal 352 KUHP Tentang tindak pidana penganiayaan. Saat ini, terlapor masih dalam proses lidik.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Monitor PSU Pilkada 2020

Kamis, 08 April 2021
Video

Bincang Sehat • Mutasi Baru Virus Penyebab Covid-19

Jumat, 09 April 2021
Video

Ini Penampakan Prototipe Jet Tempur KF-X/IF-X

Sabtu, 10 April 2021

Artikel Lainnya

5,8 Ribu Peserta Ikuti Ujian Profesi Advokat DPN Peradi
Hukum

5,8 Ribu Peserta Ikuti Ujian..

10 April 2021 17:50
Kuat Dan Licin, KPK Diminta Segera Tangkap Haji Isam Dan Mukmin Gunawan
Hukum

Kuat Dan Licin, KPK Diminta ..

10 April 2021 12:14
Merasa Hartanya Disita Semena-mena, Valentina Mengadu Ke KSP Dan MA
Hukum

Merasa Hartanya Disita Semen..

10 April 2021 05:01
Cari Keterlibatan Pihak Lain, Pencurian Barang Bukti 1,9 Kg Emas Di KPK Harus Diusut Tuntas
Hukum

Cari Keterlibatan Pihak Lain..

10 April 2021 03:56
Dilaporkan Kader Soal Penipuan, Begini Jawaban Sekjen Berkarya Andi Picunang
Hukum

Dilaporkan Kader Soal Penipu..

09 April 2021 23:37
Pulang Tangan Kosong Usai Geledah PT Jhonlin Baratama, KPK: Barbuk Diduga Dimusnahkan
Hukum

Pulang Tangan Kosong Usai Ge..

09 April 2021 19:12
Selain Tilep Rp 1 M, Aa Umbara Juga Terima Gratifikasi Dari Dinas Pemerintahan Bandung Barat
Hukum

Selain Tilep Rp 1 M, Aa Umba..

09 April 2021 18:22
Bupati Bandung Barat Aa Umbara Dan Anaknya Kompak Kenakan Rompi Oranye KPK
Hukum

Bupati Bandung Barat Aa Umba..

09 April 2021 17:13